-siBoenda-

my life stories

My little man

Ga terasa Ayyash udah mau satu tahuuunnn huhuhuhu how time flies soooo fast yaaahh :’)

Sekarang Ayyash udah bisa jalan, udah fasih ngomong “ayah” “kaka” “mbun” “nyum” “nenen” “mam” “itu”  seneng joged gangnam style, usilin kakaknya… but dia jadi little ayyash culen, suka gigit boenda (T____T)  giginya udah 10 dan kayanya mau nambah lagi krn frekuensi ngegigitnya meningkat (T____T)

 

Ini ada video waktu dia belajar jalan, and yesss dia tetep penggemar Aira nomer 1, kayanya motivasi dy untuk bisa cepet jalan biar bisa main kejer2an sama Aira :) )

video ini sengaja boenda aplot kesini biar kakek nenek sm onti2nya bisa nonton

Double A

Udah lamaaaa bgd yak ga ngeblog,…. banyak cerita sebenernya, tapi lagi males untuk ngetik panjang2… huehehehehe

pengen posting foto anak2 aja ah…. Boenda selalu suka motret momen kebersamaan mereka, biar someday mereka misalnya lagi ribut, liat postingan ini jadi senyum-senyum sendiri. Mereka seperti 2 kutub magnet yg saling tarik menarik….

 

airayyash small

 

 

 

ai ayyash

 

boenda loves you both!

xoxo

Libur Lebaran

huuuaaahhh lamanyoooo ga ngeblogging for some reasons… sekarang menejemen waktu boenda udah agak mendingan, tapi teteup asa susah nyuri waktu bwt blogging =(   sementara mo posting foto saat liburan ke pantai bira aja deh ini kali kedua pergi kesana, waktu pertama kali kesana itu Ayyash belum ada, dan Aira baru berusia 15 bulan perjalanan kesana udah enak sekarang, jalanan nya mulussss (cerita perjalanan ke bira yg pertama ada disini)  walau cuma 1 malem aja nginep disana tapi lebih banyak kegiatan yg dilakuin sempet main pasir, naik banana boat, sempet naik perahu buat nyebrang pulau, sempet liat penangkaran penyu… aira sama ayyash hepiii bgt!

Perjalanan ke Bira ini awal mulanya karena mau ajak onti pipi jalan-jalan… kebetulan si onti ngabisin Ramadhan sama Idul Fitri di Makassar, nemenin boenda sih tepatnya… soalnya boenda kan habis keluar opname tuh saat itu, 3 malem ngamar di RS gara2 thypoid terus mama ngirim onti pi deh buat nemenin boenda alias bantu-bantu boenda selama ART mudik (tq onti piiiii)

Idul Fitri kemaren juga kelabuuuu bgt! malem takbiran, aira batuk pilek, ayyash demam tinggi (sampe 40 darcel) pas lebarannya jadi brasa sedih bgt, udah ga sama orang tua, anak-anak sakit pula… jadilah perjalanan ke pantai bira bener-bener ajang pelepas lelah! hepiiii bgt lah pokoknya :D

 

 

Masih pengen banget ke Biraaaa… terutama pengen nginep disini :)

Kapan mulai puasa, Boenda?

Ayah dan boenda kembali mengikuti jadwal pemerintah untuk penentuan awal Ramadhan. Berikut boenda copas artikel yang cukup baik menjelaskan perihal penentuan awal Ramadhan ini. Semoga juga berguna sebagai bahan bacaan untuk anak-anak boenda kelak 

Berpuasa Dan Berhari Raya Bersama Pemimpin Dan Mayoritas Manusia

Oleh: Farid Nu’man Hasan
 
 
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُوْمُوْنَ, وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُوْنَ, وَاْلأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّوْنَ
“Puasa itu adalah di hari kalian (umat Islam) berpuasa, hari raya adalah pada saat kalian berhari raya, dan berkurban/ Idul Adha di hari kalian berkurban.” (HR. At Tirmidzi no. 697,  Ibnu Majah No. 1660, Ad Dailami No. 3819, Ad Daruquthni  2/164, Musnad Asy Syafi’i No. 315, Imam At tirmidzi mengatakan: hasan gharib. Syaikh Al Albani menshahihkan dalam Ash Shahihah No. 224)
Hadits ini  menjelaskan bahwa hendaknya kita berpuasa, Idul Fitri, dan Idul Adha ketika manusia  melakukannya, jangan menyendiri.
Imam At Tirmidzi menjelaskan:
وَفَسَّرَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ هَذَا الْحَدِيثَ فَقَالَ إِنَّمَا مَعْنَى هَذَا أَنَّ الصَّوْمَ وَالْفِطْرَ مَعَ الْجَمَاعَةِ وَعُظْمِ النَّاسِ
“Dan sebagian ahli ilmu menafsirkan hadits ini, mereka berkata : makna hadits ini adalah berpuasa dan berbuka adalah bersama jama’ah dan mayoritas orang (Ummat Islam).”(Ibid)
Imam Al Munawi berkata:
أي الصوم والفطر مع الجماعة وجمهور الناس
Yaitu berpuasa dan berbuka bersama jama’ah dan mayoritas manusia. (At Taisir bisyarhi Al jami’ Ash Shaghir, 2/208)
Imam Al Munawi mengutip dari Imam Ad Dailami dalam kitab Musnad Firdaus sebagai berikut:
قال في الفردوس : فسره بعض أهل العلم فقال : الصوم والفطر والتضحية مع الجماعة ومعظم الناس.
Berkata di dalam Al Firdaus: sebagian ulama menafsirkan, katanya: “Puasa, Idul fitri, danIdul adha bersama jamaah dan mayoritas manusia.” (Faidhul Qadir, 4/320)
Fatwa ulama Arab Saudi sendiri pada lembaga fatwa Al Lajnah Ad Daimah, tentangsekelompok manusia yang berpuasa, beridul fitri, dan idul adhanya berbeda dengan orang-orang kebanyakan, lantaran tidak mengikuti ru’yah di negerinya, justru Lajnah Daimahmenganjurkan berhari raya bersama manusia di negerinya masing-masing.  Fatwa tersebut:
يجب عليهم أن يصوموا مع الناس ويفطروا مع الناس ويصلوا العيدين مع المسلمين في بلادهم
Wajib atas mereka berpuasa bersama manusia, beridul fitri bersama manusia, danshalat idain (Idul fitri dan Idul Adha) bersama kaum muslimin di negeri mereka. … (Al Khulashah fi Fiqhil Aqalliyat, 4/31)
Fatwa Syaikh Muhamma bin Shalih Al ‘Utsaimin Rahimahullah:
سئل فضيلة الشيخ – رحمه الله تعالى -: إذا اختلف يوم عرفة نتيجة لاختلاف المناطق المختلفة في مطالع الهلال فهل نصوم تبع رؤية البلد التي نحن فيها أم نصوم تبع رؤية الحرمين؟
فأجاب فضيلته بقوله: هذا يبنى على اختلاف أهل العلم: هل الهلال واحدفي الدنيا كلها أم هو يختلف باختلاف المطالع؟ والصواب أنه يختلف باختلاف المطالع، فمثلاً إذا كان الهلال قد رؤي بمكة، وكان هذا اليوم هو اليوم التاسع، ورؤي في بلد آخر قبل مكة بيوم وكان يوم عرفة عندهم اليوم العاشر فإنه لا يجوز لهم أن يصوموا هذا اليوم لأنه يوم عيد، وكذلك لو قدر أنه تأخرت الرؤية عن مكة وكان اليوم التاسع في مكة هو الثامن عندهم، فإنهم يصومون يوم التاسع عندهم الموافق ليوم العاشر في مكة، هذا هو القول الراجح، لأن النبي صلى الله عليه وسلم يقول: «إذا رأيتموه فصوموا وإذا رأيتموه فأفطروا» وهؤلاء الذين لم يُر في جهتهم لم يكونوا يرونه، وكما أن الناس بالإجماع يعتبرون طلوع الفجر وغروب الشمس في كل منطقة بحسبها، فكذلك التوقيت الشهري يكون كالتوقيت اليومي.
Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya: jika terjadi perbedaan hari Arafah disebabkan oleh perbedaan negara yang berbeda mathla’ hilalnya apakah kita berpuasa mengikuti ru’yah negara tempat kita berada, ataukah mengikuti ru’yah Haramain (Makkah dan Madinah)?
            Syaikh yang mulia menjawab: Jawaban pertanyaan ini adalah berdasarkan perbedaan pendapat ulama, apakah ru’yah hilal itu satu di seluruh dunia ataukah berbeda menurut perbedaan mathali’ (tempat terbitnya hilal)?
Yang benar adalah ru’yah itu berbeda sesuai perbedaan mathali’. Misalnya jika hilal telah di ru’yat di Makkah dan tanggal hari ini di Makkah adalah tanggal 9 Dzulhijjah, lalu di negeri lain hilal telah dilihat sehari sebelum ru’yat Makkah, sehingga hari ini di tempat itu adalah tanggal 10 Dzulhijjah, maka penduduk negeri tersebut tidak boleh berpuasa hari ini karena bagi mereka ini adalah Idul Adha. Begitu juga jika ditakdirkan hilal terlihat di negeri tersebut sehari setelah ru’yah di Makkah, sehingga tanggal 9 di Makkah adalah tanggal 8 di negeri mereka, maka mereka tetap berpuasa esok hari (tanggal 9 di negeri mereka) bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah di Makkah. Inilah pendapat yang raaji(kuat). Karena NabiShallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Jika kamu melihatnya (hilal), maka berpuasalah, dan jika kamu melihatnya maka berharirayalah). Mereka yang di negerinya hilal belum muncul tidak bisa melihatnya, sebagaimana manusia (kaum muslimin) sepakat bahwa mereka menggunakan terbit fajar dan terbenamnya matahari sendiri-sendiri sesuai lokasi negeri mereka, begitu pula dengan penetapan waktu bulanan ia seperti penetapan waktu harian. (Majmu’ Fatawa wa Rasail No. 405. Darul Wathan – Dar Ats Tsarayya)
Imam Ash Shan’ani mengatakan dengan tegas :
فيه دليل على أنه يعتبر في ثبوت العيد الموافقة للناس وأن المنفرد بمعرفة يوم العيد بالرؤية يجب عليه موافقة غيره ويلزمه حكمهم في الصلاة والإفطار والأضحية. وقد أخرج الترمذي مثل هذا الحديث عن أبي هريرة وقال: حديث حسن. وفي معناه حديث ابن عباس وقد قال له كريب: إنه صام أهل الشام ومعاوية برؤية الهلال يوم الجمعة بالشام وقدم المدينة آخر الشهر وأخبر ابن عباس بذلك فقال ابن عباس: لكنا رأيناه ليلة السبت فلا نزال نصوم حتى نكمل ثلاثين أو نراه قال: قلت: أولا تكتفي برؤية معاوية والناس؟ قال: لا هكذا أمرنا رسول الله صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم.
“Pada hadits ini ada dalil bahwa yang diambil ‘ibrah dalam menetapkan hari raya adalah kebersamaan manusia. Dan bahwasanya seorang yang menyendiri dalam mengetahui masuknya hari raya dengan melihat hilal tetap wajib mengikuti kebanyakan manusia. Hukum ini harus dia ikuti, apakah dalam waktu shalat, ber’idul Fithri atau pun berkurban (Idul Adha). AtTirmidzi telah meriwayatkan yang serupa dengan ini dari Abu Hurairah, dan dia berkata: hadits hasan. Dan semakna dengan ini adalah hadits Ibnu Abbas, ketika Kuraib berkata kepadanya, bahwa penduduk Syam dan Muawiyah berpuasa berdasarkan melihat hilal pada hari Jumat di Syam. Beliau dating ke Madinah pada akhir bulan dan mengabarkan kepada Ibnu Abbas hal itu, maka Ibnu Abbas berkata kepadanya: “tetapi kami melihatnya (hilal) pada  sabtu malam, maka kami tidak berpuasa sampai sempurna tiga puluh hari atau kami melihatnya.” Aku berkata: “Tidakkah cukup ru’yahnya Mu’awiyah dan Manusia?” Ibnu Abbas menjawab: “Tidak, inilah yang diperintahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada kami.”  (Subulus Salam, 2/63)
Imam Abul Hasan As Sindi menyebutkan dalam  Hasyiah As Sindi ‘Ala Ibni Majah:
وَالظَّاهِر أَنَّ مَعْنَاهُ أَنَّ هَذِهِ الْأُمُور لَيْسَ لِلْآحَادِ فِيهَا دَخْل وَلَيْسَ لَهُمْ التَّفَرُّد فِيهَا بَلْ الْأَمْر فِيهَا إِلَى الْإِمَام وَالْجَمَاعَة وَيَجِب عَلَى الْآحَاد اِتِّبَاعهمْ لِلْإِمَامِ وَالْجَمَاعَة وَعَلَى هَذَا فَإِذَا رَأَى أَحَد الْهِلَال وَرَدَّ الْإِمَام شَهَادَته يَنْبَغِي أَنْ لَا يَثْبُت فِي حَقّه شَيْء مِنْ هَذِهِ الْأُمُور وَيَجِب عَلَيْهِ أَنْ يَتْبَع الْجَمَاعَة فِي ذَلِكَ
 “Jelasnya, makna hadits ini adalah bahwasanya perkara-perkara semacam ini (menentukan awal Ramadhan, Idul Fithri dan Idul Adha, pen) keputusannya bukanlah di tangan individu. Tidak ada hak bagi mereka untuk melakukannya sendiri-sendiri. Bahkan permasalahan semacam ini dikembalikan kepada  pemimpin (imam) dan mayoritas umat Islam. Dalam hal ini, setiap individu pun wajib untuk mengikuti penguasa dan mayoritas umat Islam. Maka jika ada seseorang yang melihat hilal namun penguasa menolak persaksiannya, sudah sepatutnya untuk tidak dianggap persaksian tersebut dan wajib baginya untuk mengikuti mayoritas umat Islam dalam permasalahan itu.” (Hasyiah As Sindi ‘Ala Ibni Majah, 3/431)

Buka puasanya Ayyash \ Y(n____n) /

hehehehhe buka puasanya Ayyash alias 6 bulannya si anak lanang sebenernya tanggal 12 kemaren, tapi yaaahhh… baru bisa luang ngeblogging sekarang =))

Persiapan MPASI Ayyash jauh lebih nyanteeeiii daripada waktu nyiapin MPASI Aira. Jaman Aira dulu, dari usia 5 bulan udah heboh beli ini itu, nyari-nyari resep nanya kesana kemari ttg dunia per- MPASI- an. Kalau Ayyash sekarang, baru nyiapin peralatannya H-2 hehe itu juga ga pake beli tepung gasol… yg boenda beli, si homefood makernya Pigeon (punya Aira dulu udah ga tau dimana gerangan)  terus beli peralatan makan, sama bahan-bahan makanan (kentang, ubi, dkk)

Sampai per hari ini, Ayyash udah lulus makan gandum, kentang, ubi ungu, pir xiang – lie  sama jagung (lha kok banyak… ) hehe boenda dapet ilmu baru waktu workshop konselor MPASI, materi MPASI refreshmentnya WHO nyebutin kalau 3 days rules berlaku untuk protein hewani ajah. Ini boenda mau kasih kaldu daging untuk campuran ke  bahan makanan Ayyash yg udah lulus. Ini juga ilmu baru, dari usia 6 bulan anak udah bisa diberikan daging merah untuk m’booster asupan zat besi ke tubuh anak. Terutama untuk anak ASI di atas 6 bulan, kandungan zat besi dalam ASI udah ga bs sepenuhnya memenuhi kebutuhan zat besi tubuh anak, makanya harus dibooster dari makanan…

Read more…

Bye-bye playgroup class

 

yippiiii… Seneng deh liat perform Aira di acara graduation sekolahnya tgl 27 Juni kemarin

dia tampil percaya diri, bener-bener udah bisa dilepas, ga ada lagi episode nangis2 kalau perform di depan banyak orang, atau episode emaknya harus persis di depan panggung supaya Aira mau perform. Resmi sudah Aira ninggalin kelas playgroup, masuk ke kelas berikutnya. Dan Alhamdulillah, apa-apa yang menjadi motivasi boenda memasukkan Aira ke sekolah sudah tercapai. Aira jauh lebih mandiri, kemampuan bersosialisasinya meningkat pesat…. Alhamdulillah

Biar kakek nenek, dan onti-2nya bisa liat video performance Aira, ini boenda upload ke blog. Sebenernya masih banyak video Aira, waktu gladi resik dan waktu acara   Aira juga  joget2 di pinggir panggung  saat kelas lain perfor. Tapi smentara1 video aja yg di aplod dimarih,

hehehehe mustinya si gadis pake pakaian adat Minang, tapi dia ogah pake tanduk di kepalanya. Yowislah daripada  maksain dia jadi ga mood ga bisa enjoy sama acara sekolahnya, boenda biarin aja.. guru2nya juga ngebiarin, yang penting Aira enjoy

Bye-bye playgroup class… welcoming nursery class =)

 

ngeblogging, buat apaan sik?

udah cukup lama boenda ga ngamatin dunia per twitter-an.. lha sekalinya luang, kejebur di temlen untuk waktu yg agak lama, ngobrak abrik TL…

jadi, kemaren itu ada kasus kopiket. ada orang yang copas cerita di blog orang ke blognya sendiri. Duluuu ini pernah kejadian, beberapa temen boenda kena korbannya. Saat itu sih copasnya cuma cerita, jadi foto sama namanya diganti. Nah, kali ini agak sableng si kopiket, bukan cuma cerita yang dicopas tapi juga sak-foto2ne… hadeeeuuuhhh

Jadi mikir, sebenernya buat apaan sih copas cerita hidup orang lain?

buat apa juga bikin blog kalo isinya bukan cerita tentang dirinya?

Read more…

apdet apdet maning

 

Halllooo duniaaaa

*lap keringet*

mulai dari mana yak,.. terlalu banyak yang pengen boenda ceritain

well… baru tersadar, kudu harus musti naikin kapasitas diri nih! menejemen waktu boenda parah… waktu brasa sempiiiit banget! apa kabar ibu-ibu yang punya anak lebih dari 1 tapi without any ART yak… tapi banyak juga lho temen-temen boenda yang punya anak lebih dari satu bisa handle ini itu dan masi punya waktu untuk dirinya sendiri *kagum*

apdet kondisi keluarga aja dulu aaah, mumpung sempet ngeblogging

Ayah

dari duluuu… ayah emang sosok orang yang boenda acungi jempol untuk urusan komitmen sama waktu. He can manage anythings at the same time! boenda jadi orang yang on time kalo bikin janji juga sedikit banyak karena terpengaruh sama ayah. Sering banget dalam 1 hari, dia jalani peran nya sebagai seorang suami yang ngayomin istri yg super manja ini, jadi seorang ayah yang nyempet2in ajak main anak, anter jemput aira, jadi seorang pegawai nemuin distributor dan customer, seorang aktivis sosial jadi pemateri di suatu talkshow, dan jadi seorang pengusaha yg memonitor pembangunan pabrik.. see? yah walau ayah jadi ga punya waktu untuk berolahraga dan sering sariawan kembali (tipikal ayah kalo lagi stress sariawan 1 mulut)

Read more…

Happy milad ke-3, Aira

Time flies soooo fast! udah 3 tahun ajah Aira =’)

udah pinter request macem-macem nih, request tiup lilin pake kue princess nyanyi-nyanyi, request scooter dkk ckckckc

walhasil dadakan deh boenda adain ‘pesta’ hahahaha bukan pesta dalam arti sebenernya sih ya, cuma makan kue bersama temen-temen se-kelasnya Aira di sekolah. Emang ayah sama boenda bersepakat untuk tidak merayakan ulang tahun dengan gegap gempita, pengen ngajarin aja sih hari ulang tahun itu ga beda dengan hari-hari biasa hehehehe… tapi paling ga terpenuhilah keinginan Aira untuk tiup lilin, makan kue princess, nyanyi sama temen-temen, as simpel as like that, right? =D

 

 

 

eniwei, doa ayah boenda selalu sama setiap harinya

Aira selalu dalam lindunganNya, jadi anak salehah, murah rezekinya, bermanfaat untuk sesamanya

berkah Allah selalu terlimpah untukmu, sukses dunia dan akhirat…

Ayah & boenda love you so much!

 

Tingkah bocah # 3

Aira itu paling suka bikin adenya ketawa, macem-macem diperbuat dia untuk bikin adenya ketawa ngakak. Mungkin ini salah satu hal yang bikin Ayyash ngefans berat ke kakaknya

boenda sempat merekam momen becanda kakak-adek ini, walaupun cuma sebentar yang terekam tapi mudah-mudahan kelak jika Aira-Ayyash baca blog ini dan sedang bertengkar, video rekaman ini bisa jadi pengingat

 

 

 

love u both!

 

-siBoenda-

Post Navigation

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 767 other followers