-siBoenda-

my life stories

Archive for the month “June, 2010”

i’m not ready yet…….

Beberapa hari ini, boenda mulai sibuk nyari-nyari rumah kontrakan di Makassar, tentu dengan ketentuan yg sama seperti saat mw pindah ke Jember: 3-4 kamar, ada garasi, strategis, ada di pusat kota. Semakin banyak hasil pencarian, malah muncul perasaan ga mau pindah! (lho??!)

Boenda cintaaaa bgt sama rumah Jember, walaupun ngontrak, tetapi rumah ini begitu homey, lapang, punya sirkulasi udara yg bagus, lingkungan yg nyaman

Jadi teringat proses pencarian rumah. Saat masih tinggal di Semarang, boenda coba menghubungi teman boenda yg di Jember, meminta tolong memberitahukan boenda apabila mendapat informasi mengenai rumah yang di kontrakkan.  Ada beberapa hasil pencariannya. Ketika ayah ke Jember terlebih dahulu, ia survey ke beberapa rumah hasil pencarian, begitu melihat rumah bercat putih ini, dan masuk untuk melihat kondisi dalam rumah, ayah langsung jatuh hati. Rumah ini memiliki 5 kamar, 2 kamar mandi, 1 gudang, 1 carport, 1 garasi. Diskusi ini itu sama boenda, bismillah boenda percaya keputusan yg ayah ambil. Jadilah kami mengontrak di rumah putih tersebut

Benar adanya, saat boenda nyusul ayah pindah ke Jember, saat memasuki rumah putih ini, boenda langsung cinta! alhamdulillah dapat rumah yg lapang, pikir boenda saat itu, kalo anak kami lahir, dy bisa leluasa belajar berjalan (hahahaha emak2 bgt ya pola pikirnya) lingkungan rumah pun nyaman, ga banyak mobil lalu lalang, sehingga aman bila nanti anak kami bermain di luar rumah

Hari-hari pertama dan seterusnya semakin menajamkan kecintaan boenda terhadap rumah itu. Awalnya terkesan terlalu besar untuk keluarga kecil kami. Tetapi dengan kesibukan ayah, 1 kamar beralih fungsi menjadi gudang (jadi ada 2 gudang) 1 kamar menjadi ruang kerja ayah. Jadi rumah pun sudah tidak lagi terkesan terlalu lapang untuk kami

Lingkungan rumah juga enak. Tetangga baik semua, ga ada yang usil, ga pernah ada keluhan air kotor, listrik dan telepon, semua baik. Belum lagi, boenda masih bisa mendengar kicauan burung sepanjang hari! boenda cinta! amat cinta!

Rumah ini juga merupakan rumah pertama kami sebagai keluarga utuh, tinggal pisah dari orang tua. Di rumah ini, boenda sempet cuma berduaan sama ayah waktu Aira masih dalam perut boenda, (usia 7-8 bulan). Di rumah ini, boenda terjun langsung ke dapur untuk masak dan (sebelum ada helper) boenda berdua sama ayah berbagi tugas domestik. Di rumah ini, tahun pertama kehidupan Aira berlangsung…..aaaaaaagggghhh!!!! ingin nangis rasanya bila ingat kenyataan boenda harus pindah dari rumah putih, akankah di Makassar kami bisa mendapatkan rumah sebaik ini?

-siBoenda-

Pindahan (lagi) yiuuuukkssss

Udah lama sebenernya boenda pengen nyeloteh soal rencana kepindahan ini, namun ayah melarang boenda, dgn alasan segala sesuatu belum ada yang pasti, ya boenda manut-manut aja deh di FB sih…heeeee tp teteupp twitterland jadi pelampiasan (sowwryyy babe)

Berawal di akhir bulan Maret. Ayah dihubungi oleh (ex-bosnya ayah) seseorang yg meminta ayah memasukkan CV untuk mengisi posisi kosong di perusahaan lain (sama-sama perusahaan asing bidang pertanian juga) tapiii di luar pulau Jawa!

waduh…

Boenda mikirnya: “wah waaah jauh dari mana-mana, biaya hidup jg tinggi” (emak2 banget ga sih..hehehe)    M.A.L.E.S

ayah pun juga gitu, ga terlalu responsif….tapi well, semenjak discuss dengan org yg lebih senior, dan di diskusiin lagi sama boenda, si ayah akhirnya masukin juga CV ke perusahaan tersebut. Boenda menyetujuinya karena kota based kerja ayah adalah kota besar, it means lebih mudah akses transportasinya (ga kaya sekarang yg harus ke surabaya dulu), lebih banyak pusat perbelanjaannya, lebih banyak pilihan yang bagus untuk tempat Aira sekolah, soal biaya hidup yg tinggi kan bs minta tawaran gaji naik sekian persen dari gaji sekarang tho?! (hehehe skali lagi pikiran emak2)

Berpikir dengan cara seperti itu, bikin boenda A.N.T.U.S.I.A.S, boenda tungguiiiin setiap ada progress dari lowongan itu, si ayah interview sm si a b c, tes kesehatan hingga akhirnya saat menunggu offering letternya

Tapi eh tetapiii, saat boenda udah antusias, lha si ayah malah kendor. Selidik punya selidik, ternyata ada rasa enggan dalam diri ayah untuk ninggalin zona nyaman nya. Zona nyaman?let me give u some illustration…

Disini, ayah ‘cuma’ bertanggung jawab atas pencapaian sales wilayah Jember (itupun Jember selatan) dengan wilayah yg kecil, ayah punya 4 anak buah (yg kesemuanya sosok yg hebat2!), punya relasi bisnis yg sangat baik, terbukti dengan loyalitas yg ditunjukkan dan ayah di perusahaan yang lamanya ini memiliki reputasi yg baik (hingga level Asia Pasifik mengakuinya) serta punya hubungan yg bagus dengan para atasannya. Ada lagi, konon, seseorang dalam bekerja itu mencari 3 hal:

1. Gaji

2. Kenyamanan

3. Karier

dalam kasus ayah:

1. Gaji –> dengan double digit setiap bulan di luar segala tanggungan dan fasilitas yg disediakan udah lebih dari cukuplah bwt hidup

2. Kenyamanan –> hooo sangat nyaman!

3. Karier –> teritory sales manager bukan hal yg memalukan bukan?!

itu baru bicara dari segi pekerjaan, dari segi kehidupan sosial? siapapun yang datang dan menginap di rumah kami, pasti akan mengatakan satu hal: “enak banget ya tinggal disini

bagaimana ga, disini ga pernah kena macet, banjir, udara yg masih bagus, memiliki tetangga yang baik, lingkungan rumah aman, anak-anak bisa bermain dengan nyaman karena rumah kami di blok buntu, sehingga jarang mobil yg lalu lalang.  Aira belajar jalan jg nyaman karena rumah yg lapang. Semua sudah settle, kami punya kelompok pengajian rutin yg bisa mencharge ruhiyah kami di setiap minggunya, punya teman-teman yg baik. Ayah juga punya jadwal rutin berolahraga.

Boenda jadi M.I.K.I.R lagi (gubraakk!) kenapa???

Karena di tempat ayah kerja nantinya, wilayah kerja ayah lebih luas, dan itu berarti ayah akan sering travelling! akan sering ninggalin kami, malah katanya, dalam sebulan 10-15 hari ada di rumah itu udah bagus banget =’( hiiikkkkssss,…

Kebayang saat2 awal nikah yg masih tinggal pisah (boenda di Surabaya, Ayah di Purwodadi) ga enak bangeeeeeetttt!!! sekarang ajah kalo ayah pergi ke luar kota selama 3 hari udah bikin boenda semaput (yes, call me LEBAY)

Belom lagi Aira yg memang lengkeeeettt sama ayahnya. Aira terbiasa main sama ayahnya di malam hari, terbiasa dipijit ayah, terbiasa tiduran di dada ayah nikmatin dibacakan cerita sebelum ia tidur. Kalo seharian ga ketemu ayah, sudah dapat dipastikan Aira bisa begadang sampe larut malam hanya untuk bermain dengan ayah. Sampe2 kalo ayah ke luar kamar untuk BAK, Aira bisa teriak-teriak merangkak ke kamar mandi dan menunggui ayahnya keluar dari kamar mandi di depan pintu. Nah, apa kabar nantinya kalo dia ditinggal2 ayahnya dalam jangka waktu lama???

oh mai oh maiii….

yayayayayyaya…bingung euyh,………..

Seseorang berkata ke ayah:

“Mik, sebagai sahabat, mumpung masih muda, anak masih kecil, kejarlah kariermu! disana (perusahaan baru) akan banyak hal yg bisa kamu pelajari, jangan banyak berharap soal karier disini (perusahaan lama)”


Nah nah nah, makin bingung lah boenda. Di satu sisi, meragukan KEDEWASAAN diri sendiri, di sisi lain, masak iya karena ogah ditinggal-tinggal (aka ketidakdewasaan tersebut) bikin suami jadi mandek kariernya???!!

dan saat offering letter itu datang, so what?! apa nih keputusannya??? paket yg ditawarkan pun bagus baik dari segi gaji, tanggungan dan fasilitas. hmmm…..dibawa salat for sure! habis kl diskusi dgn banyak orang, akan semakin bikin kami (khusunya boenda) bingung

Semakin lama,… ya udah bismillah! boenda sokong! kesuksesan ayah = kesuksesan boenda = kesuksesan keluarga,…alah bisa karena biasa, dan pasti akan bisa kuat di saat ayah sering travelling, harus bisa!

dan ditandatanganilah offering letter tersebut, lalu dibuatlah surat resign ke perusahaan lama, bismillah ya yah…semoga ini adalah jalan menuju sukses berikutnya

praktis, selama 2 tahun boenda ikut ayah (baca: nikah) boenda udah 3x pindah:  Surabaya-Semarang, Semarang-Jember, dan next: JEMBER-MAKASSAR!  =)

-siBoenda-

seseorang yg akan selalu mencintai ayah hari ini, esok, dan selamanya

Mengapa susu UHT?

yuuhuuuuu my lil Ai, udah bisa dikasih susu UHT! slama ini Ai blm pernah dikasih susu tambahan, dan Boenda LEBIH MEMILIH memberikan SUSU UHT DARIPADA SUSU FORMULA,

kenapa??

karena ada beberapa bunda yg menanyakan perihal susu UHT ini, berikut boenda copas artikel (sumber: milis mpasirumahan) alasan dibalik pilihan boenda memberikan susu UHT ke Aira

*UHT vs Susu Formula*

Ide awal formulasi dari susu bubuk formula bayi adalah membuat pengganti
ASIdengan komposisi sedapat mungkin menyerupai ASI, dari susu sapi
yang ditujukanuntuk bayi2 yang tidak bisa mendapatkan ASI.  Karena bayi dibawah satu tahun belum dapat mencerna secara langsung susu sapi dengan kadar lemak yang cukup tinggi, sehingga bahan dasarnya skimmilk ditambahkan lemak nabati. Skimmilk diperoleh dengan memisahkan lemak susu dari susu murni, dan lemaknya jadi bahan baku butter. Kadar vitamin larut lemak dalam skimmilk rendah sekali, sehingga untuk meningkatkan kadar lemak difortifikasi lagi dengan vitamin2 tambahan.

Disamping itu proses pengeringan susu bubuk sendiri menurunkan kandungan vitamin yang tidak tahan suhu tinggi, hal ini juga penyebab perlunya penambahan vitamin ke dalam susu bubuk. Demikian pula tambahan lemak nabati (linolenat-linoleat ,DHA,AA) dimasukkan kedalam susu formula dengan tujuan membuat sedekat mungkin mirip fungsi/daya guna ASI. Formulasinya sendiri cukup rumit rumus standard hitungannya untuk bisa memperoleh komposisi susu formula seideal mungkin,yang selanjutnya dianalisa metabolisma zat gizinya baik secara invito maupun invivo, dan sukarelawan. Adalah MISCONCEPTION jika dinyatakan bahwa
kandungan susu bubuk formula bayi lebih baik dari susu UHT cair.

Ini perbandingan yg tidak Apple to Apple. Beda tujuan penggunaan. Kenapa disarankan bayi/balita diatas 1 thn susu UHT sudah cukup dan fortifikasi vitamin bisa dengan mengkonsumsi makanan aslinya?

Banyak hal:

1.Sumber vitamin dan mineral yang baik adalah makanan alami, karena pada dasarnya pencernaan manusia siap menerima asupan makanan natural. Pencernaanbayi diatas 1 tahun sudah disiapkan untuk
mulai mencernamakanan. Tentu saja diberikan bertahap pengenalannya. Bayi perlu mengenal jenis dan rasa secara awal berbagai makanan supaya memorinya tentang jenis dan rasa makanan cukup banyak. Hal ini penting untuk adaptasi selera. Sulit dilakukan adaptasi selera jika sudah terlanjur besar, contohnya banyak anak yang sulit sekali makan sayuran.

2. Penghematan sumberdaya, harga yang harus dibayar untuk susu formula jauh diatas harga susu cair. Susu Pasteurisasi terbaik, karena diolah dengan panas rendah, tanpa pengawet, hanya saja resiko penyimpanan (masa expired singkat, harus dalamrefrigerator) , tidak mudah mencapai segala kalangan dan lokasi pengiriman/distribusi terbatas.Susu UHT juga baik, diolah dengan panas tinggi dengan waktu sangat singkat, tanpa pengawet, lebih tahan simpan tidak perlu refrigerator selama kemasan belum dibuka dan kemasan tidak
berubah bentuk (tidak kembung/bocor)
.

Kalau dibandingkan dari ketiga proses pengawetan susu dengan thermal/suhu tinggi, yang paling urutan potensi rusaknya vitamin dalam susu adalah:

1. Pembuatan susu bubuk

2. Pembuatan UHT

3. Pasteurisasi

Sehingga kenapa ada proses fortifikasi vitamin kedalam susu bubuk utk meningkatkan potensinya.

Misconception yang sering terjadi, kandungan vitamin dan tambahan2an asamlemak (linoleat, linolenat,AA, DHA) susu bubuk formula
lengkap sekali. Jadi seakan2harus minum susu formula meskipun sudah diatas 1 tahun.

Padahal susu bubuk formula banyak vitamin difortifikasi, untuk menggantikan banyak vitamin yang hilang dalam proses pengeringan bubuk susunya dan penggunaan campuran skimmilknya menurunkan kandungan asli vitamin larut lemak
dalam susu formula.


berikut tambahan informasi mengenai susu UHT

*Proses UHT : Upaya Penyelamatan Gizi Pada Susu* (copas dari milis mpasirumahan)

WASPADA Online

Oleh : Prof Dr Ir Made Astawan MS

Umumnya susu yang dikonsumsi masyarakat adalah susu olahan baik dalam bentuk cair (susu pasteurisasi, susu UHT ) maupun susu bubuk. Susu pasteurisasi merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar 63-72 derjat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh bakteri patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5-6 derjat Celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.

Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer. Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang baik dan benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu susu bubuk berlemak (full creammilk prowder), susu bubuk rendah lemak (partly skim milk powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk prowder) (SNI 01-2970-1999) .

Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derjatCelcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora.

Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yangrelatif tidak berubah seperti, susu segarnya. Proses Susu UHT Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat untuk membunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang sangat baik. Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan baku ,proses pengolahan danpengemasannya. Bahan baku susu UHT cair segar adalah susu segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi.

Hal ini didukung oleh perlakuan pra panen hingga pasca panen yang terintegrasi. Pakan sapi harus diatur agar bermutu baik dan mengandung zat-zat gizi yang memadai,bebas dari antibiotika dan bahan-bahan toksis lainnya. Dengan demikian, sapi perah akan menghasilkan susu dengan komposisi gizi yang baik. Mutu susu segar juga harus didukung oleh cara pemerahan yang benar termasuk di dalamnya adalah pencegahan kontaminasifisik dan mikrobiologis dengan sanitasi alat pemerah dan sanitasi pekerja.

Susu segar yang baru diperah harus diberi perlakuan dingin termasukt ransportasi susu menuju pabrik. Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi susu UHT juga harus dilakukan dengan sanitasi
yang maksimum yaitu dengan menggunakanalat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan tangan. Seluruh proses dilakukan secara aseptik. Susu UHT dikemas secara higienis, dengan menggunakan kemasan aseptik multilapis berteknologi canggih.

Kemasan multilapis ini kedap udara sehingga bakteri pun tak dapat masuk, kedalamnya. Karena bebas bakteri perusak minuman, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu kemasan multilapis susu  UHT ini juga kedap cahaya sehingga cahaya ultra violettak akan mampu menembusnya dengan terlindungnya dari sinar ultraviolet maka kesegaran susu UHT pun akan tetap terjaga. Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT disterilisasi satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan susu.

Proses tersebut secara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya campur tangan manusia sehingga menjamin produk yang sangat higienis dan memenuhi standar kesehatan internasional.Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptik multilapis menjamin susu UHT bebas bakteri dan
tahan lama tidak membutuhkan bahan pengawet dan tak perlu disimpan di lemari pendingin hingga 10 bulan setelah diproduksi.

Keunggulan Susu UHT

Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah simpannya yang sangat panjang pada
suhu kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak
perlu dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih lama dari umur
simpan produk susu cair lainnya seperti susu pasteurisasi. Selain itu susu UHT merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari seluruh
mikroba (patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga
potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada.

Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori (warna, aroma dan rasa khas susu segar ) dan mutu zat gizi, relatif tidak berubah. Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau
pengolahan menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu,gizinya terutama vitamin dan protein. Pengolahan susu cair segar
menjadi susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan protein.,

Di lain pihak kerusakan protein sebesar 30 persen terjadi pada,pengolahan susu cair menjadi susu bubuk. Kerusakan protein pada, pengolahan susu dapat berupa terbentuknya pigmen coklat (melanoidin) akibat reaksi Mallard. Reaksi Mallard adalah reaksi pencoklatan non enzimatik yang terjadi antara gula dan protein susu akibat proses pemanasan yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama seperti pada proses pembuatan susu bubuk.

Reaksi pencoklatan tersebut menyebabkan menurunnya daya cerna protein. Proses pemanasan susu dengan suhu tinggi dalam waktu yang cukup lama juga dapat menyebabkan terjadinya rasemisasi asam-asam amino yaitu perubahan konfigurasi asam aminodari bentuk L ke bentuk D. Tubuh manusia umumnya hanya dapat menggunakan asam amino dalam bentuk L. Dengan demikian proses rasemisasi sangat merugikan dari sudut pandang ketersediaan biologis asam-asam amino didalam tubuh. Reaksi pencoklatan (Mallard) dan rasemisasi asam amino telah berdampak kepada menurunnya ketersedian lisin pada produk-produk olahan susu. Penurunan ketersediaan  lisin pada susu UHT relatif kecil yaitu hanya mencapai 0-2persen. Pada susu bubuk penurunannya dapat mencapai 5-10 persen.

Tips Penggunaan Susu UHT:

1. Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus disimpan pada refrigerator. Susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di atas 50 derjat Celcius) karena dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel akibat kerusakan protein.

Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri utama yang umum terjadi adalah
kemasan menggembung. Gembungnya kemasan terjadi akibat kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba penbusuk,tumbuh dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusuk menghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gembung. Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam. Selain menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk juga menghasilkan alkohol dan asam-asamorganik yang menyebabkan susu menjadi berflavor dan
beraroma masam.

2. Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental. Fermentasi
susu oleh bakteri pembusuk juga pembusuk juga menyebabkan koagulasi dan
pemecahan protein akibat penurunan pH oleh asam-asam organik. Koagulasi
dan pemecahan protein inilah yang menyebabkan tekstur susu rusak yaitu
menjadi pecah dan agak kental.

3. Jika ingin minum produk susu itu dalam kondisi
“hangat” disarankan untuk tidak merebusnya secara langsung karena itu akan
merusak kandungan,gizi dari susu dalam kemasan tersebut, apalagi jika memanaskannya sampai mendidih, karena tujuan dari pemanasan sebenarnya adalah untuk, sterilisasi produk tersebut. Jika hanya untuk selera saja (suka minuman hangat) merendam susu (terlebih dulu dituang dalam gelas) dalam air panas akan lebih baik.


Sebetulnya ada pertanyaan pendahulu yang lebih
penting: Anak yang mau diberi susu itu UMUR BERAPA? Kalau umurnya di bawah 1 tahun, kalau tidak bisa memperoleh ASI, satu-satunya pilihan ya susu formula.

Kalau sudah di atas 1 tahun, asupan gizi yang -dikatakan ditambahkan ke susu formula sehingga menjadikannya lebih lengkap dan lebih baik daripada susu cair biasa- sudah dapat diperoleh dari MAKANAN PADAT. Seperti yang kita tahu, sebelum 1 tahun, status makanan padat adalah PENDAMPING (ASI atau susu formula).

Di atas 1 tahun, kebalikannya, asupan utama nutrisi kita adalah dari makanan padat. Statusnya WAJIB.  Susu bergeser status menjadi pendamping.

-siBoenda-

aira dari waktu ke waktu…

Jujur, boenda bukanlah orang yg telaten mencatat setiap perkembangan Aira. Baik itu berat badan, tinggi badan maupun milestone nya, bahkan jadwal imunisasi juga berantakan =’(

Boenda seringnya menggunakan filing meter, melihat behaviour, mengira2 untuk tinggi badan (menggunakan ubin lantai rumah yg berukuran 30 x 30 cm) selama behaviournya lincah, energik, ceria. Boenda anggap semua baik-baik saja. Ingatan boenda lebih ke arah perkembangan milestonenya, yg kalau diingat2 adalah sbagai berikut:

- Aira mulai bisa memiringkan badan di usia 14 hari

- Aira mulai bisa tengkurap sendiri di usia 3 bulan

- Aira mulai bisa fokus melihat tayangan mickey mouse playhouse (yg sampai sekarang msh menjadi tontonan favoritnya) usia 3 bulan

- Aira mulai sering tersenyum di usia 4 bulan

- Aira mulai bisa membedakan tekstur bahan di buku softbooknya di usia 5 bulan

- Aira mulai bisa tertawa ngakak di usia 5 bulan

- Aira mulai bisa duduk sendiri di usia 6 bulan

- Aira mulai bisa tepuk tangan di usia 6 bulan

- ocehan pertama Aira adalah “maaa emm” di usia 7 bulan saat boenda  sedang menyiapkan makan siangnya dan mulai sering bergumam

- Aira mulai makan bubur saring usia 7 bulan

- Aira mulai bisa salim tangan di usia 7 bulan

- Aira bisa joged geleng2kan kepala kl ada musik di usia 7 bulan

- Aira bisa membuka-buka halaman buku (board book) usia 7 bulan

- ocehan berikutnya adalah “aaa yaah” untuk memanggil ayahmu yg sedang salat usia 8 bulan disusul “maaa tumm” untuk kata “assalamu’alaikum”

- Aira bisa memencet sound book untuk mendengar suara burung di usia 8 bulan

- Aira mulai bisa lancar merangkak di usia 9 bulan

- Aira mulai tumbuh gigi (langsung 2) di bawah saat usia 9 bulan

- Aira bisa dadah ke orang usia  9 bulan

- Ocehan selanjutnya “udah”   “moh“  “nya maah” usia 10 bulan

- Aira Bisa joged menggoyang2kan pergelangan tangan dan badan, usia 10 bulan

- Aira berusaha menjentikkan tangan untuk memanggil cicak, burung dan hewan2 yg dilihat di usia 10 bulan

- Aira bisa menjumput rambut di usia 10 bulan

- Aira tumbuh gigi atas kiri (1 buah) usia 10 bulan

- keluar banyak ocehan2 yg kurang jelas artinya

- Aira bisa menyatakan tidak mau nya dengan “moh“  atau “nyaa mah” disertai gelengan kepala usia 10 bulan

- Aira bisa minum air di gelas sendiri usia 10 bulan

- Aira bisa makan nasi lembek usia 11 bulan

- Aira bisa minum air di gelas menggunakan sedotan di usia 11 bulan

- Aira bisa memijit dirinya sendiri maupun memijit ayah bunda di usia 11 bulan

- Aira bisa membuka halaman buku (kertas tipis) tanpa menimbulkan sobekan di usia 11 bulan

- Aira tumbuh gigi atas kanan usia 11 bulan

- Aira bisa berdiri berpegangan usia 11 bulan

- Aira mulai seneng bongkar pasang baju di lemari, maupun barang di dompet boenda usia 11 bulan

- Aira rambatan usia 11 bulan

- Aira berdiri melepas pegangan dan berjalan 1 langkah sendiri di usia 11 bulan

Ga terasa Ai, genap sudah 1 tahun usiamu kini sayang,. maafkan kekurangan boenda dalam merawat dan mengasihimu, boenda beberapa kali teledor ketika menjagamu, membuatmu terjatuh, sampai yg terbaru terantuk lantai hingga membuat bibir mungilmu bengkak dan membiru. Tidak sedikitpun Aira merepotkan boenda. Engkau gadis manis, selalu ceria, rewelmu hanya disaat sakit, itupun jarang.

selamat ulang tahun sayang, semoga engkau senantiasa menjadi gadis salehah yg pandai mensyukuri segala nikmatNya, sehat dan gadis yg cerdas. Cantik parasmu, cantik akhlakmu


Terimakasih nak, sudah menjadi cahaya kebahagiaan boenda, boenda berjanji akan menjadi seorang boenda yg lebih baik lagi…

LomBa peRtama unTuk Ai2

ada yg hampir lupa boenda ceritain, PIGEON ngadain lomba foto untuk kategori bayi dan balita. Naah, karena boenda emang banci kamera, boenda ikutin Aira aja deh, kebetulan ini adalah kali pertama Aira ikutan lomba bayi hihihiihi lucu2 bgt foto temen2nya (eh saingan dink) Aira yg ikutan lomba

hadiahnya lumayan  (bgt ) lho bwt nambah2in tabungannya Aira,

juara I nasional dpt Rp 25 juta,

juara 2 dpt Rp 15 juta

juara 3 dpt Rp 10 juta. juara 4-6 masing2 dpt Rp 2 juta

foto yg dikirim adalah foto waktu Aira lagi mandi (usia 8 bulan), hampiiiirrr aja Aira ga jadi ikutan lomba, gara2nya boenda kira batas akhir pengiriman foto itu bulan Juni, eh kebetulan karena si ayah habis dari gudang PIGEON, diingetin deh kl hari itu (31 Mei) adalah HARI TERAKHIR PENGIRIMAN FOTO…oh maiiiii buru2 deh tuh boenda ngurus semua2nya, jam 2 cao ke gudang PIGEON ngirim langsung! hahahahha

kalo emang rejekinya si ai ai, insya Allah dapet ya nak ;)

oleh: dimas bre

-siBoenda-

Dekapan hangatNya dalam dinginna malam

dan inilah salah satu yg membuat boenda memberikan nama untuknya “Syakira”


Aq lupa kapan tepatna peristiwa ini berlangsung
yg masih tersimpan dalam ingatanku hanyalah
peristiwa tersebut terjadi di hari senin.

Saat itu, kebetulan aq pergi ke tempat senam hamil dan pulang ke rumah menaiki becak
itu merupakan pengalaman pertama pergi senam hamil dengan menggunakan becak
*dan muncul penyesalan, karena kasian abang becakna terlalu jauh mengayuh becak*
walaupun begitu, aq sangat menikmati perjalanan selama 50 menit PP itu
kota jember di malam hari ternyata mengasyikkan!
lalu-lintasna tertib *padahal polisi-polisi disini ‘jinak’ lho*
udarana enak, jalananna juga mulus

Selama perjalanan menuju klinik bersalin tempat senam,
muncul rasa kagum kepada abang-abang becak di kota ini,
mereka sangat mematuhi aturan lalu-lintas,
meski memungkinkan untuk mereka memotong jalan dengan melawan arus kendaraan bermotor
namun hal tersebut tidak dilakukan
jadilah, tidak ada kesan semrawut di jalanan,
tentu hal ini akan berbeda bila terjadi di Surabaya, terlebih Jakarta

Hal menarik lainna muncul saat perjalanan pulang ke rumah
Disaat sedang asik-asikna menikmati udara malam,
saat di perempatan lampu merah,
kupandangi sekelilingku,

Entah mengapa saat itu sepertina banyak sekali pasangan suami istri berboncengan naik motor
pasangan-pasangan itu seperti mengelilingi becakku
ada yang di samping kiri, kanan, depan,dan belakang becak yang aq naiki
dan kesemuana membawa bayi
detik itu, yang aq ingat
aq hanya bisa tertegun

Begitu lampu hijau menyala,
sementara si abang becak mengayuh sekuat tenaga
aq masih toleh kanan toleh kiri
melihat pasangan-pasangan tersebut beserta bayi-bayina
tidak berapa lama,
becakku disalip oleh sepeda ontel
yang lagi-lagi
dinaiki oleh sepasang suami istri yang membawa bayi!

tampak mesra sekali,
suami mengayuh sepada ontelna dengan penuh cinta,
sementara istri berusaha tetap merangkul suamina sembari mendekap hangat bayi mereka
melihat pemandangan tersebut barulah senyumku mengembang,…

Ya Robbiii sungguh, saat itu aq merasa Engkau memperingatkanku
untuk lebih mensyukuri segala nikmat yang Engkau beri
dan aq pun berkata kepada buah hati kecilku,….

“Nak, lagi-lagi Allah memperlihatkan kasih sayangNya kepada kita,
insya Allah saat engkau lahir nanti, kamu dapat merasakan kehangatan dekapan bunda di dalam mobil, hingga engkau nanti tidak merasakan dinginna angin malam, kita memang harus banyak-banyak bersyukur sayang,agar masuk ke dalam golongan orang-orang yang pandai mensyukuri segala nikmatNya”

Saturday, April 11, 2009 at 5:10pm

-siBoenda-

“istri rumahan” adalah suatu kenistaan???

Karena celotehsiboenda ini boenda niatin sbagai kumpulan celoteh2 boenda yg bertebaran, boenda pgn repost 2 celotehan yg lupa dimasukin (thx bwt mba Asty yg udah ngingetin). Ini salah satunya, dibuat saat boenda baru beberapa hari tinggal di Jember

Tuesday, April 7, 2009 at 1:01pm

Ntah aq yg bgitu bodoh,
atw memang tingkat kepekaan akan lingkungan sekitar yg sangat kurang
membuatku membutuhkan waktu hampir 1 tahun untuk dapat memahami satu pelajaran kehidupan
ya, hanya satu

Skedar flashback,
masih segar dalam ingatanku
saat dimana aq memiliki gambaran bahwa seorang wanita itu
‘harus mandiri, tidak tergantung akan laki-laki, memiliki keuangan sendiri dengan posisi mapan dalam berkarier”

Tidak ada sdikitpun gambaran wanita yang menjadi “istri rumahan”
mungkin, malah bisa dibilang, aq termasuk orang2 yg memarginalkan gambaran “istri rumahan” yg tidak memiliki “pekerjaan”
bagiku bisa menjadi semacam kenistaan,

yah…
sbuah knistaan di saat wanita terjebak dalam rutinitas kehidupan rumah tangga, tidak ada privacy, tidak ada penghasilan tetap, tidak ada keahlian yg dapat dibanggakan dan harus tunduk patuh tidak berdaya di “kaki” para pria

But now,..
somehow aq mrasa Allah sedang menempa kedewasaanku
kdewasaan dalam memandang kehidupan
dgn cara yg sbelumna tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benakku

Mungkin tempaan itu bermula di saat aq mengalami keguguran
harusna peristiwa yg cukup traumatis tersebut dapat meningkatkan awarenessku
terhadap bahayana caraku dalam memandang kehidupan

Kehilangan anak nyatana tidak membuatku sadar,
hanya berselang kurang dari 4 bulan
kembali Allah memberiku kesempatan
aq hamil untuk kedua kalina
dan kali ini diawali dengan kondisi kehamilan resiko tinggi
yg membuatku harus totally bedrest hampir 2 bulan lamanya
plus kembali harus berjauhan dengan suami

Aq, seorang perempuan yang tidak pernah betah untuk berlama-lama di dalam rumah
yang tidak pernah betah untuk tidak melakukan aktivitas
harus ‘disetrap’ hidup hanya dalam luasan area 2 x 1,6 m
dan pergerakanku pun terbatas

lagi-lagi, hal tersebut tidak membuatku menyadari suatu hal
tiada hari tanpa keluhan
mengeluh dan terus mengeluh
“aq bosen yang…..”

Kesadaran terhadap arti penting dan kedudukan seorang istri kemudian muncul di saat pindah ke kota terbesar ketiga di jawa timur, jember.

Di saat segala sesuatu harus diupayakan sendiri
Di saat segala hal dilakukan sendiri
Tidak ada pembantu, tidak ada sanak saudara

Bahwa ternyata, menjadi seorang ”istri rumahan” bukanlah suatu hal yg nista
dengan menjadi seorang ”istri rumahan” tidak serta merta memunculkan rasa ketergantungan secara sepihak,
dengan menjadi seorang ”istri rumahan” nyatanya memiliki begitu banyak pekerjaan yg membutuhkan banyak spesifikasi keahlian,
yg kmudian membuatku pada akhirna memperoleh begitu banyak pelajaran secara autodidak, dan hal tersebut sangat patut untuk dibanggakan
Belajar arsitektur rumah, belajar fashion design, belajar memasak, belajar untuk menjadi kreatif dalam segala hal *include memadupadankan menu makanan* dan spertina kedepan akan mempelajari hal-hal yg berbau medical

Pertanyaan yg acap kali dilontarkan orang-orang ”sekarang kerja dimana zi?” atau “ezie ngelanjutin kuliah dimana?” pun tidak lagi menjadi suatu hal yang menohok

Meski demikian,
impian untuk melanjutkan sekolah,
impian untuk memperoleh penghasilan tetap ada,
namun bedanya kini tidak lagi membuatku lupa diri

Untuk saat ini cukuplah aq nikmati saat-saat menjadi ”istri rumahan”,
kelak ku yakin akan tiba masa dimana Allah kembali menempa segala kemampuan yg kumiliki dalam atmosfer yg berbeda

Dan penghasilan yg kudapat saat ini?
cukuplah ridho dan pahala dariNya yg kuharapkan

InDahnya siLatuRahmi

Dulunya boenda suka mengartikecilkan kebiasaan silaturahmi ini, euleuhh bagi boenda silaturahmi itu = banyak basa-basi, senyum2 palsu de es be, maleslah kl dah diajak ortu bersilaturahmi

eh eh eeeehhh, dapet suami orang yg senang silaturahmi, katanya silaturahmi itu berjuta makna, indah dan ada berkah Allah di dalamnya…jadilah kami sering menjadikan hari Sabtu sebagai hari khusus bersilaturahmi, mendatangi siapa aja, cuma untuk ngobrol2 lepas ga perduli yg di datengin itu rumahnya berjarak 40 km dari rumah kami

dan memang, Subhanallah beberapa kali adaaaa aja hal tak terduga efek dari silaturahmi ini, contohnya yaaa kaya hari sabtu lalu. Boenda udah lama banget ga main ke rumah (ex) guru ngaji boenda, kebetulan hari itu ayah ada rapat di rumah, mobil nganggur dan ada sopir. Boenda pake aja deh sebentar sama Aira ngacir ke rumah guru ngaji boenda itu, ngobrol ngalor ngidur ngelepas kangen trs pas mw pulang, eh eh eh beliau ngasih boenda beberapa butir telur ayam kampung! dalam hati boenda seneeeeeengg bgt!! kenapa? karena udah 1 minggu boenda susah dapetin telur ayam kampung bwt Aira. Boenda ga minta lho! dan ga ada omongan soal telur2an dalam perbincangan kami

terus ada lagi, semalam boenda kedatangan temen, ini dateng ga ada pemberitahuan sebelumnya lho, ga ada janjian apa2. Ngobrol aja sambil boenda ajak makan malem,

hasilnya? berbuah manis! boenda jd bersemangat lagi bwt WORK AT  HOME! semangatnya boenda itu terpecut waktu dy cerita bisa beli motor dari bisnisnya itu! wowowowowo pengen banget doooonnggg!!! bisa ngasilin uang, tp tetep di rumah melihat tumbuh kembangnya Aira setiap harinya plus ga terikat jam kantor yg super ketat.

Sepulangnya temen, boenda jadi senyum-senyum sendiri, membenarkan perkataan ayah bahwa silaturahmi itu MEMANG INDAH! =)

-siBoenda-

beLajar meLek soal FinaNce

Sebenernya pengen ngetawain diri sendiri,..
udah 2 thn jadi IRT, baru sekarang nih boenda nyari tau sana sini soal finance (kemana aja mak??!)

iye iyeee kemaren2 emang ayah yg banyak mikirin soal investasi dan kawan2nya ntu. Nah semenjak boenda jadi banci di twitterland, berseliweran deh tuh hal2 berbau finance investasi dsb, sekali dua kali aaaah biasa ajah, lama-kelamaan mulai tertarik baca2

awalnya, boenda dapet info soal unitlink, bah!! apapula itu setelah baca blognya Ms.Tyaa plus ditambah baca blognya aidil akbar maaak!! ternyatah yg slama ini boenda masukin bwt ‘tabungan’ Aira itu unitlink tho! eaallaaaahhh…MENYESAL SANGAT!! kenapa? coba klik blog aidil akbar aja yaaa, boenda ga punya kompentensi ngejelasin ttg unitlink ini

Setelah ada rasa menyesal ituuu, boenda jadi cari tau solusi si unitlink ini, dan muncul lagi konsep reksadana, apaan lagi tuh?! baca lagi link2 di atas yak

ok, sjauh itu, boenda udah dapet pelajaran:

1. Buka Reksadana

Efek persahabatan dengan twitter jg bkn boenda jd ngeh sama pola keuangan keluarga yg boenda atur, dari twitnya si mr @SafirSenduk paling ngga pola keuangan sebaiknya terpola sebagai berikut:

- Bayar utang –> alokasikan 30%

- Nabung –> alokasikan 10%

- Asuransi –> alokasikan 10%

- Biaya hidup –> alokasikan 50%

okeh, NOTED! nanti akan di combine dgn apa yg udah boenda terapin selama ini, dan menjadi pelajaran ke- 2. Pengaturan alokasi keuangan keluarga

Pelajaran lain boenda dapat dari blognya mama ZK, boenda nemu lagi istilah baru  financial independence, yg kriterianya:

  1. Pay your own bills
  2. Pay your own debt
  3. Buy your first property

hohohohoo 1-2 okelah, yg ke-3?? hmmm belom waktunya kayanya ya (but masuk wishlist pastinya!) secara si ayah kerjaannya pindah2, dan rata2 (dari pengalaman pindahan kemarin) rentang waktu tinggal di suatu daerah ga lebih dari 2 tahun, makanya kl mw beli property aduuuh blom kpikiran deh apalagi punya property untuk dijadiin investasi….

sejauh ini sih, untuk investasi baru berani main di dunia pertanian, pernah invest di dunia peternakan, ternyata ga mujur bo! klo yg di dunia pertanian ini, alhamdulillah udah nyewa 3 ha lahan selama 1 tahun untuk 3 kali periode tanam. Hasilnya cukup menggiurkan! makanya kl udah musim panen, boenda ky cacing kepanasan melepaskan segala nafsu belanjanyah…hihihihi  ;P

didapet deh pelajaran ke- 3: Boenda blm sepenuhnya berada di tahan financial independence


JADI SEORANG IBU, MEMANG HARUS MAU TERBUKA MENERIMA INFORMASI, APAPUN ITU!

de’brEakY!

Ntahlah ini menjadi permasalahan setiap emak, atau hanya boenda aja yg ngalamin. Tiap pagi, begitu bangun pasti deh ada kalimat yg nongkrong di kepala boenda

“sarapan apa ya pagi ini?”

soalnya gini, ayah bukan orang yg mw makan ‘berat’ di pagi hari, jadilah menunya berkisar tempe, tahu, telur dan sayur2an. Jenis ayam, daging forbidden deh untuk disajikan

Nah! menjadi lebih riweh di saat kolesterol ayah lagi menanjak seperti sekarang. Sebenernya udah turun, dari bulan feb yg nilainya 300 an menjadi 266 (check up bln mei) tp teteup ajalah harus diturunin lagi itu nilai kan…

Lebih riwehnya, karena boenda harus ngindarin masakan goreng2an. Padahal untuk breakfast, yg gampang disajiin kan masakan goreng2an yak?!

*garuk2 kepala* juga harus ngindarin sayur kacang2an, dan berklorofil tinggi (konon, membantu menaikkan kadar kolesterol!) dan bumbu kacang2an, jadinya ga bisa lagi deh nyajiin pecel/lengko di pagi hari (T_T)

kl untuk masakan siang & malem, ga seberapa bermasalah deh, walopun harus muter otak juga sebenernya. Tapi untuk sarapan? huhuhuhuu sering mati gaya! oh pleaseee,..ada masukan menu untuk sarapan gaaaa???

Post Navigation

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 702 other followers