-siBoenda-

my life stories

Archive for the month “April, 2011”

Lactation Counselor

Well well well,…

alhamdulillah, tercapai sudah keinginan boenda untuk jadi konselor laktasi

setelah pergulatan di hati untuk jadi ga jadi jadi ga jadi =))

Bukan apa-apa, mengikuti pelatihan konselor laktasi ini banyak yang harus dipikirin

dari soal mikirin Aira yang harus ditinggal seharian penuh selama 5 hari sampe soal uangnya

heeee secara ya bok, kesananya juga pake tiket pesawat makassar-jakarta PP, belom lagi biaya pelatihan yg 1.5 jt sendiri

hiyyyaaaahhh

Setelah pikir sana pikir sini, Alhamdulillah Allah kasih kemudahan

adaaaa aja rejekinya pun hati dikuatkan buat ninggalin si gadis, pikir-pikir sekalian Aira belajar disapih =)

jadilah boenda berdua Aira capcuuuss ke Jakarta.

Pelatihannya mulai tanggal 15, kepotong libur, lanjut tanggal 18-21 April 2011. Boenda sengaja berangkat ke Jakarta nya tanggal 13 biar Aira beradaptasi dulu sama suasana rumah mama. Walaupun rumah neneknya sendiri, masih perlu dong adaptasi dirinya. Makanya, sengaja boenda biarin Aira “dilepas” boenda biarin Aira asik main sama ayah mama gaeknya, sama onti-ontinya juga. Malam sebelum hari pertama pelatihan, sebelum tidur, boenda bilang ke Aira “Nak, besok boenda pelatihan ya…Aira pagi sampe sore sama gaek, sama mama, sama oti pipi sama oti dini ya, malamnya main sama boenda lagi” anaknya sih ho oh ho oh ajah. Begitu si gadis mulai teler, boenda mulai deh ‘hipno’ Aira. Boenda bisikin “Ai tidak rewel”  sebanyak 5x.

Besok paginya, sebelum berangkat pelatihan, masih dalam keadaan tidur, Aira kembali di ‘hipno’ boenda bisikin lagi deh tuh: introductionnya: “boenda pelatihan dulu ya” terus bisikin lagi “ai tidak rewel” sebanyak 5x. Selama di lokasi pelatihan boenda juga berusaha bgt ga mikirin Aira, fokus ke materi pelatihan. Karena konon, kalo emaknya gelisah, anaknya jadi rewel. hasilnya? Hari pertama, berjalan lancar Aira tenang sepanjang hari, dia sibuk main sibuk makan sibuk jalan-jalan. Cuma menjelang tidur siang rewel krn ga nemu ninennya.

Ritual ‘hipno’ terus boenda lakuin di malam dan pagi hari. Sama kaya hari pertama, di hari kedua, Aira rewel menjelang tidur siang. Tapi hari-hari selanjutnya bisa juga Aira tidur cuma ditepuk-tepuk mama gaeknya.  Dari laporan orang rumah, selama ditinggal pelatihan Aira makannya sedikit tapi sering. So, bisa dibilang sukses deh ninggalin Aira selama boenda pelatihan

Ikut pelatihan ini, boenda berasa jadi working mommy, jadi tau rasanya temen-temen yang kerja di Jakarta. Berangkat pagi, pulang kena macet, naik busway. Pulang-pulang disambut senyum super manis dari anak + rengek an minta ninen hehehehe lucu kalo diinget-inget, tiap nyampe rumah Aira senyum-senyum terus biarin boendanya cuci tangan ganti baju dah gitu langsung deh ngoceh “ai mau ninen sekayang!”  tapi herannya, kenapa saat udah selesai pelatihan, ninennya Aira semaki dasyat, nak??? bagaimana menyapihnya iniiih (-__-”)

Pelatihan konselor laktasinya sendiri bener-bener padet jadwalnya. Hari pertama full teori, apalagi belom begitu kenal dengan peserta lainnya jadi yaaaa quite membosankan gitu deh jadinya. Tapi udah hari kedua, mulai praktek klinik, mulai akrab sama peserta lainnya, mulai deket sama para fasilitator, pelatihan berasa menyenangkan! apalagi, belajar jadi konselor ini mengingatkan boenda dengan perkuliahan di waktu jadi mahasiswa. yes, konseling memang salah satu bagian penting dari psikologi. Jadi kebakar lagi deh semangat boenda untuk wujudin cita-cita being child psychologist =))

Materi pelatihan, sebagian besar udah boenda ketahui. Ada beberapa yang baru didapat, tapi yang lebih utama, pengalaman praktek yang didapat itu lho! bener-bener praktek ke ibu-ibu yang baru melahirkan. Dan alhamdulillah, selama sesi praktek klinik, boenda dapet pasien dengan beragam problem menyusui. Bayi prematur, belajar memerah ASI untuk bayinya yg terindikasi hipoglekimia, ibu yg ingin relaktasi, ibu dengan problem puting lecet, dan ibu yang punya puting datar. Sekalinya sukses bikin si ibu tersenyum dan berterima kasih atas apa yang kita ajarkan, rasa-rasanya berjuta deh! bahagiaaaa banget bisa bantu orang lain. Bahagiaaa banget bisa berbagi keilmuwan kita. Bahagiaaaa banget bisa melihat mereka mempraktekkan apa yang udah diajarin. Semakin bersemangat untuk terus dan terus nemui ibu-ibu hamil, ibu-ibu yang baru melahirkan. Ibu-ibu yang butuh konseling menyusui. Ingin terus menerus bercerita betapa maha dasyatnya kandungan ASI, betapa tidak tergantikannya ASI, betapa indahnya momen-momen  menyusui =’)

Mudah-mudahan, predikat konselor laktasi ini ga bikin boenda jadi jumawa, ga bikin boenda jadi m’underestimate kan ibu-ibu yang memberikan susu formula ke anaknya. Ga membuat boenda mengkampanyekan ASI dengan cara-cara yang menyakiti hati orang lain. Semoga selalu terjaga semangat boenda untuk terus berbagi, berbagi pengalaman indahnya menyusui =)

next project sudah menunggu: bersama lelhy (yang juga dari makassar, sama-sama mengikuti pelatihan) dan temen-temen dari Makassar Breastfeeding Community untuk mendirikan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) cabang Sulawesi Selatan + pendirian klinik laktasi di Makassar!  Semoga semuanya berjalan lancar + diberikan keberkahan oleh Allah *finger crossed*   (^__^)v

with proud *blushing*

-siBoenda-

Heboh heboh hebbbboooohhh* (^,^)

Hampir 2 hari kemarin di twitter ada perdebatan mengenai RUM, dan seperti postingan blog boenda yang ini perdebatan di dunia twitter seringkali memunculkan kehebohan sendiri. As always, kepo dong boenda jadinya. Kepo gimana sih awal mula bisa heboh-heboh gini, mpe akhirnya kemarin pagi dapet penjelasan a-z dari seorang emak yang cukup bisa dipercaya validitasnya *nyengir kuda* *lo kate, penelitian pk validitas sgala!* Hehe seru sih, sampai ada yang mencurahkan segala kekesalannya di blog pribadinya. Dalam hal ini, boenda ga ikutan heboh cukup jadi pengamat ajah, dan b’ah oh ria mbil senyam senyum baca si fulan ngetwit begini yang satu lagi ngetwit begitu, yang lain ngetwit begono.. Yaaaahh berwarnalah!

Mungkin ya (this is pure my humble opinions, please correct me if im wrong) pemicu awal kehebohan berawal dari bbman seseorang kepada orang lainnya u/urusan kesehatan anak. Yang kemudian memunculkan kalimat “lo ga belajar ya” lalu kemudian, kebetulaaaaannn ada yg ngetwit “…step impactnya macem2…” laluuu muncul twit dari seseorang yg sampe keluar kalimat “belajar setengah-setengah” daaaaannn heboh sudah! menjalar kemana-mana, menjalar ke orang-orang yg mulanya ga bersangkut paut secara langsung.

Itulah,… inti pointnya sih sbenernya judgment yg melewati batas. Setiap ibu, pastilah melakukan usaha yg terbaik untuk kesehatan anaknya, mau RUM atau IRUM semuanya dilakukan atas nama “cinta ke anak” dan entah kenapa, apapun yang berhubungan dengan anak, seperti ada dorongan “moms unite”, rata-rata seorang ibu pasti peduli dengan kondisi anak lain, walau itu bukan anaknya sendiri, betul? Masalahnyaaa, kadang kepedulian ini, ga tau waktu dan disampaikan dengan bahasa yang kurang bijak. yang diperdulikan juga kadang, jadi esmosi sendiri. Nah lho kaaan jadinya crash deh.

Mengenai RUM ini sendiri sih, seperti yang pernah boenda tulis disini dari pengalaman yang sudah-sudah menghadapi kesehatan Aira, selama kita tau kondisi-kondisi ke-gawat darurat-an yakin ajah! yang tau betul kondisi si anak, adalah kita sendiri. yang menghadapi langsung si anak, ya kita sendiri! kita yang nentukan apakah anak tersebut harus segera dibawa ke dokter/ga based on pengetahuan kita soal kondisi gawat darurat tadi itu. Orang lain? kurang bijaklah kalo langsung kasih judgement tertentu tanpa melihat langsung kondisi anak.

Disinilah, IMHO, memang suatu keharusan buat para ibu dimanapun *termasuk mengingatkan diri boenda sendiri* untuk terus apdet ilmu. Ilmu kesehatan anak, ilmu parenting, ilmu berkomunikasi dan ilmu-ilmu lainnya. Siapa yang kemudian diuntungkan? tentu si anak juga pada akhirnya tho! hyuk ah mariii terus belajar,…

proses pembelajaran memang suatu proses panjang sepanjang hayat *lap keringet*

with love =)
-siBoenda-

*sssttsss sebenernya ada kehebohan lain, yang menurut boenda harusnya ini yang panjang perdebatannya. Mosok ada yang ng-twit Rasulullah itu pengidap schizophrenia!! (esmosi.com)

Bye-bye IUD

Setelah berbulan-bulan mengumpulkan keberanian ditambah lagi banyak teman yang sedang hamil anak ke-dua (yang mana bikin boenda jadi pingin nambah anak lagi), plueeesss secara ‘itung-itungan waktu” kalo boenda tetap ingin kuliah lagi ambil profesi, maka boenda dalam 2 tahun di makassar ini sebaiknya hamil & melahirkan sehingga saat kembali ke Jawa, kami sudah memiliki 2 anak. Jadilah akhirnya sejak aira ulbul yang ke-21, ayah dan boenda sepakat untuk memulai program hamil part 3 v(^_^)v

walau sudah bersepakat, bukan berarti langsung terlaksana tahapan pertama program ini. Apa itu tahapan pertamanya?? hehe ya tentu saja, memberhentikan dengan hormat satpam IUD yang bercokol dalam tubuh boenda =)) tahapan kedua, mulai deh nyari informasi RS yang pro IMD, dan pro ASI Nyari info mengenai DSOG yg pro lahiran normal (kalo bisa, yang perempuan), nyari info DSA yg RUM. Kalau dulu di kehamilan pertama, boenda cuma mikirnya “yg penting DSOGnya senior” sekarang ngga lagi dong,,, Setelah cari info sana sini, didapatlah satu nama: RSB Restu yang mendekati kondisi ideal sesuai keinginan boenda meskipun, RSB tersebut ga masuk dalam list RS kantornya ayah dan penampakan RSBnya ga terlalu indah dipandang oleh mata. tapi biarlah, yang penting hati tenang =)

Beberapa faktor tekhnis membuat realisasi tahapan pertama ini selalu tertunda. Pertama, karena DSOG pilihan boenda sedang Umroh, yang kedua faktor kelebay-an boenda aja sih, yang pinginnya ditemani ayah waktu konsul pertama ke DSOG, sedangkan ayah beberapa waktu belakangan ini sibuknya luar biasa. Jadi yaaaah, sementara waktu boenda cuma bisa mupeng sana mupeng sini kalo liat foto teman-teman yang baru melahirkan.

Tetapi Allah kemudian memberikan jalanNya, kemarin ayah nanyain realisasi program hamilnya, nah! berhubung si bapak pekan ini ga ada rencana keluar kota, jadilah boenda segera bikin janji nemuin DSOG. Dan alhamdulillahnya lagi, DSOG sudah kembali praktek. So, jadilah kemarin malam kami pergi ke RSB tersebut. Dasar dodolnya boenda, lupaaa yang namanya DSOG dimana-mana pasti ngantri! harusnya kemarin itu boenda datang dulu ambil nomer. Walhasil, boenda baru dapet giliran masuk ruangan dokternya jam 10an deh… bagusnya DSOG ini, dia membatasi pasiennya hanya 15 orang tiap malamnya. Sehingga pasien-pasiennya bisa leluasa konsultasi panjang kali lebar kali tinggi, bisa bertanya segala hal. Dokternya pun semangat dalam memberikan jawaban. Alhamdulillah, boenda bisa banyak nanya termasuk soal kekhawatiran boenda soal tandem nursing seperti di postblog boenda beberapa waktu yang lalu. Kata bu dokter, ga masalah tandem nursing walau punya riwayat keguguran sebelumnya. yang perlu benar-benar diperhatikan jangan suka angkat yang berat-berat termasuk gendong anak

Well, akhirnya dicopot juga IUD yg udah “menjaga” boenda dari kehamilan selama hampir 2 tahun. Waktu dicopot itu, rasanya sedikit ngilu tapi diluar dugaan setelah IUDnya udah dicopot, ternyata ga bikin perut nyeri dan nyebabin bleeding ya, ga kayak waktu pasang. Dari hasil konsultasi, setidaknya boenda harus mengecek kembali sudah imunisasi hepatitis B, dan imunisasi MMR atau belum. Lalu ibu dokter juga memberikan suplemen vitamin E (merk: eturol) dan asam folat (merk: vomilat) yang harus dimakan 1x sehari selama 30 hari di pagi hari sesudah makan.

Sempet sih iseng nanyain, gimana tekhnis ilmiahnya untuk bisa dapet anak laki-laki. Secara yaaa, boenda ini 3 bersaudarna perempua semua. Pun anak pertama udah perempuan, jadi pingin juga punya anak laki-laki biar kumplit sepasang gitu hehehe =P tapi DSOGnya bilang “semua kembali ke kuasa Allah sih ya” karena beberapa tekhnis yang biasanya dianjurkan seperti berhubungan di saat ovulasi, si ayah harus makan daging yang banyak, perhitungan menurut kalender orang Cina dan posisi-posisi tertentu saat berhubungan intim itu menurut penelitian-penelitian yang dia baca probabalitasnya tidak terlalu signifikan. Tapi katanya ga ada salahnya untuk mencoba, namanya juga ikhtiar, biar Allah yang menentukan hasilnya =)

Jadi, selamat tinggal IUD,..
sampai ketemu lagi yaaaaaa *dadah-dadah*
(n__n)v

Post Navigation

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 702 other followers