-siBoenda-

my life stories

Archive for the month “November, 2011”

Apdet aaahh

bbm masuk:

“Udah semingguan lebih ga ngeblogging, aya naon boend?”

ngebacanya jadi diem, iya yah udah semingguan lebih ga nikmatin pojokan santai boenda di ruang tengah

biasanya, me-time boenda pake dengan blogwalking, browsing baca ini itu sambil nyeruput coklat dingin+roti dengerin musik instrumen. Sekarang kayanya bakalan susah having me-time kaya gitu lagi. Semenjak kak ani boenda pulangin ke kampung, febi kan jadi kerja sendirian, boenda ga tega. Usianya baru 15 tahun dan emang sebenernya tugas utama dia kan nemenin Aira, jadilah boenda ikut bantu kerjaan rumah.

Nah, sabtu lalu febi izin pulang kampung, alasannya neneknya sakit. Boenda izinin maksimal 2 malam, kalau lebih boenda minta dia untuk kasih kabar..ealah sampe detik ini anaknya belom balik dan ga kasi kabar. Dalam 2 bulan kerjanya, Ini udah kali ke-4 dia ijin pergi tapi ga tepat waktu baliknya, dan selalu ga kasih kabar. Ditelpon ga diangkat/ga aktif. Lama-kelamaan boenda kesel juga lah, memang boenda butuh tapi kalo sakarepedewe kayak gini,  males juga lah. Makanya boenda kemasin ajalah semua barang-barang dia yang ada di kamarnya. Dan boenda bilang ke bibi (suami bibi masih ada hubungan saudara dgn febi) kalo febi mau gajinya, dia harus ke rumah ga diwakilin siapa-siapa, belajar sopan-santun! sekalian nanti boenda pulangin, jangan mentang-mentang boenda butuh dibaik-baikin dikasih fasilitas ini itu dia jadi se-enaknya. Read more…

Aira; 29 months

Hepi ulbul ai!!

29 monthsnya sih 2 hari yang lalu, tapi gapapa ya, nak ;)

watepenayanaon di 1bulan terakhir? perkembangan sosialnya ai meningkat pesat!

ini mungkin karena Aira udah biasa boenda tinggal ya, di sekolahnya aira juga udah gampang banget ditinggalnya. Udah mau sharing sama teman, udah ga mengkeret ke badan boenda atau minta digendong lagi kalo ketemu orang baru. Kemaren waktu ketemu atasan ayahnya ai udah mau tuh digendong dan minta foto, yang bikin surprise berani joget di panggung kemarin malam waktu acara launching produk nya ayah.Dia joget-joget saat coffee break, sampe bosnya ayah yang bule geleng-geleng kepala ketawa ngeliat ai. Bukan perform pertamanya aira sih sebenernya. Waktu kenaikan tingkat sekolahnya yang lama, ai juga perform di panggung tapi itu rame-rame, dan boenda juga harus berdiri dekeeetttt banget dari panggung, itupun jogetnya aira biasa banget, banyakan diemnya.

atas request ontinya ai yang pengen liat tingkah aira semalem, ini rekaman videonya: Read more…

Daftar kontak penyalur ART, Babysitter… Balada Pencarian ART

Seperti yang udah boenda ceritain di postingan sebelumnya, boenda jadi ngumpulin no telpon penyalur ART, babysitter. Buka-buka website a b c d, nyari penyalur yang recommended di Beberapa daerah. List penyalur di Makassar sendiri boenda dapet dari teman-teman yang pernah mencari ART / babysitter.

Ternyata susah juga lho ya nyari via penyalur gini. Dari hasil browsing di internet, banyak bangeeeettt yang nyantumin list kontak penyalur, tapi baca review pengguna penyalur disini , kok ya bikin jiper ya. Banyak banget pengalaman buruk yang dialamin. Dari urusan ditipu yayasan, ditipu BS /ARTnya sampe attituted si ART / BSnya yang kasar sama anak, kerjaan ga becus, dll. Make jasa penyalur juga bikin amazed, wow biaya admin nya gede juga ya rangenya bervariasi dari 400 ribu – 1.5 juta juga ada, belum biaya ini itu nya. Hasil baca-baca itu plus nelpon-nelponin kontak penyalurnya, dipikir-pikir gaji ART / BS, terlebih BS ini melebihi UMR ya bok. Dari gaji pokok, keharusan naikin gaji tiap beberapa bulan sekali, beli seragam, beli sepatu, belum makan yang pasti ngikut majikan, belum keperluan pribadi mereka yang ditanggung majikan (sabun, shampoo, hand body, sikat gigi, odol, pembalut, dll) belum pulsa telpon. Wong orang kantoran aja ga segitunya kan. Orang kantoran bisa dituntut untuk profesional, lha ART / BS ini???

Read more…

Balada pencarian ART (lagi)

Pagi-pagi bawaannya mellow yellow

semaleman ngobrol sama ayah, tentang ART. Ayah udah ajak ngobrol febi sama kak ani. Nanyain febi, kalo kak ani udah ga kerja di rumah kami, febi masih mau kerja atau ga. Ada sih calon pengganti kak ani, masih sepupunya kak ani dan beberapa kali pernah main ke rumah, tapi kayanya febi ga bisa akur sama dia *sigh*

while, kak ani minta mau pulang ke kampung dulu untuk nyehatin badan. Naga-naganya sih kata ayah, kak ani ga minta pulang sementara aja ga untuk seterusnya. Disini boenda juga dilema, penyembuhan ala kampungnya kak ani itu berati ke dukun. Jelas kami udah ga bisa nerima kak ani lagi kalo dia dibawa ke dukun. Boenda udah cocoklah dengan duet febi-kak ani ini (walau ada beberapa hal yang bikin boenda ga sreg)  Tapi boenda juga jiper takut kak ani kesurupan lagi :(

Read more…

Kesurupan Makhluk Ghaib

inhale… exhale…

nyoba ngeluarin beban pikiran dan perasaan *apaaa coba*

kemaren mungkin jadi hari yang bakalan susah bwt boenda lupain kali yah, karena untuk pertama kalinya ngeliat dan berhadapan langsung dengan orang yang kesurupan (ga tau deh kesurupan jin/setan/iblis)

jadi ceritanya gini,

kemaren itu waktu maghrib (persis saat adzan) tiba-tiba aja, kak ani banting pintu kamarnya keras banget. Waktu itu boenda lagi asik main sama Aira. Boenda tegur karena nganggep ga sopan banget nutup pintu segitu kencengnya. Tapi kok habis dia banting pintu itu, kedengeran dia nangis histeris. Boenda ke kamarnya deh, ngecek ada apa sebenernya, di pikiran boenda kak ani dadanya sakit karena kebetulan emang dia udah 2 hari batuk-batuk. Diajak ngomong tetep nangis kejer, dipegang tangan dan kakinya, dingiiiinn banget! badannya kaku. Nangis jejeritan, terus febi bilang: “ibu, ini kayanya kumat lagi penyakitnya, panggil orang pinter bu” nah lho bingung kan maksudnya febi apaaa coba terus febi cerita, kak ani itu emang pernah seperti ini sebelumnya di tempat kerjanya dulu. malah dulu dia sempet lompat dari lantai 2 dan ga makan minum sama sekali selama 2 minggu. Syoklah sayah…

Read more…

COMING SOON AIMI SULAWESI SELATAN!

Pertama di Sulawesi!

Dalam rangka peresmian AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Sulawesi Selatan

“Breastfeeding Fair ASI-vaganza”

ada apa sajakah?

Talkshow tentang laktasi

Konsultasi laktasi

- ada masalah payudara bengkak, puting lecet?

- bayi malas menyusu?

- produksi ASI sedikit?

- tidak dapat dukungan keluarga?

TALK TO ME!

Mini Kelas Edukasi

Demo MPASI Rumahan dan Ahli gizi Poltekkes Makassar

Bazaar: perlengkapan ibu, bayi dan anak

Kiddyland: playground, face painting, puppet show

Games

Hiburan: Live Performance

SEMUA untuk ayah, ibu dan anak ADA di ASI-VAGANZA!

Don’t miss it !

 

10-11 Desember 2011

@Mall Ratu Indah, Makassar

see you there! ;)

Temper tantrum, wajarkah? (2)

mumpung semangat belajar lagi tentang tantrum, how to deal with it? lanjutan dari postingan ini

Penanganan Perilaku Tantrum

          Dalam bukunya, Eileen Hayes (2002: 48-51) memberikan tips-tips dalam melakukan pencegahan munculnya perilaku tantrum yakni;

  1. Menghindari situasi sulit
  2. Jika orang tua menginginkan anak balitanya mengurangi sikap negative, lebih baik menggunakan kalimat seperti, “Kamu boleh memilikinya nanti” daripada, “Tidak, kamu tidak bisa memilikinya”
  3. Memberikan contoh yang baik. Jika anak melihat orang tuanya sebagai orang dewasa yang cepat marah atau berteriak dengan rasa putus asa karena hal sepele, dia pun jauh lebih sulit untuk belajar mengendalikan diri. Anak perlu melihat orang dewasa mengatasi keputusasaan dan kekecewaan tanpa marah-marah-begitulah cara dia belajar mengatasi kemarahan-
  4. Memberinya sedikit kendali. Sangatlah sulit bagi anak kecil untuk merasakan bahwa dia tidak pernah bisa mengeluarkan pendapat. Dia melihat orang dewasa mempunyai seluruh keputusan, seperti mau kemana, apa yang harus dikerjakan, dan apa yang harus dibeli. Jika memungkinkan, biarkan anak membuat pilihan terhadap apa yang diinginkannya.
  5. Memberikan peringatan awal. Berikan waktu dan peringatan kepada si anak sebelum melakukan kegiatan baru. Misalnya katakan, “Bak mandi akan siap dalam lima menit”
  6. Memberikan hal-hal yang dapat menggantikan dan mengalihkan perhatiannya
  7. Menemukan sebuah pola. Jika anak sering mengalami tantrum, buatlah catatan tertulis tentang apa yang sebenarnya terjadi sebelum tantrum dan keadaan yang terjadi pada saat tantrum dimulai.

Read more…

Temper tantrum, wajarkah? (1)

Menghadapi anak usia toddler gampang-gampang susah ya, kadang lucu gemesin nyenengin kadang nguras emosi dan bakar sumbu emaknya yang pendek ini. apalagi kalau udah tantrumnya keluar, hadddeeuuhhh (T__T)

jadi inget, jaman kuliah dapet teori tentang tantrum ini. sedikit rangkuman teori yg boenda dapet jaman kuliah kira-kira kaya gini (copas dari tugas kuliah psikodiagnostik II):

Perilaku tantrum (untuk selanjutnya disebut tantrum) umumnya terjadi  anak usia 15 (lima belas) bulan sampai 6 (enam) tahun di saat anak menunjukkan kemandirian dan sikap negativistiknya. Tantrum terjadi disebabkan karena anak belum mampu mengontrol emosinya, juga belum mampu mengungkapkan amarahnya secara tepat karena pada usia tersebut, aktivitas fisik seorang anak sering tidak sesuai dengan keinginannya. Kosakatanya sering tidak mencukupi baginya untuk membuat dirinya dimengerti atau menyampaikan keinginannya (Prayitno, 2003: 23). Tantrum dapat termanifestasi dalam berbagai perilaku, seperti berteriak-teriak, melempar-lemparkan barang, membentur-benturkan kepala, membanting pintu, menangis dengan keras, berguling-guling di lantai, menjerit, melempar barang, memukul-mukul, menyepak-nyepak, bahkan pada anak yang lebih kecil, diiringi pula dengan muntah atau kencing di celana (http://www.e-smartschool.com/uot/001/UOT0010006.asp)

Read more…

“Ayah, mau liat nasi”

18.30

Aira: “bunda, ai mau mamam”

me: blusukan siapin makanan

habis tandas 1 porsi

setengah jam kemudian;

Aira; “bunda, mau cotat panas”

me: siapin energen coklat

habis 1/2 bungkus energen coklat

1 jam kemudian:

aira: “bunda, ai mau roti cotat”

me: keluarin roti

Read more…

Post Navigation

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 702 other followers