-siBoenda-

my life stories

Archive for the tag “ASI”

Minum ASIP dengan cup feeder

 

Mumpung lagi bisa online di laptop, pengen menuhin janji ke beberapa temen u/ posting tentang asupan ASIP Ayyash melalui cup feeder.

Ayyash mulai minum ASIP pake cup feeder itu dari usia 2 minggu. Dari baru lahir memang Ayyash udah belajar minum ASIP, tapi di 2 minggu pertama pake sendok.

Read more…

jalan-jalan awal tahun

Berhubung kemaren si ayah ada meeting di jakarta dan phuket, thailand selama 10 harian, boenda manfaatin deh waktunya buat keeee jakarta! dari tanggal 16 februari – 5 Maret.. hehehehehe kebetulan ada Munas dan Workshop konselor laktasinya AIMI juga sih (23 feb – 25 feb) jadi sekalian semua djabanin. Sempet ada rencana ke Semarang dari tanggal 26 februari -  1 maret udah beli tiket pesawat sama tiket kereta (buat ngabulin keinginan aira naik kereta) etaapppiiii krucils pada sakit, yowes hangus sudah tiket pesawatnya, tiket keretanya sih akhirnya dipake yangti yangkung ke jakarta…

Read more…

COMING SOON AIMI SULAWESI SELATAN!

Pertama di Sulawesi!

Dalam rangka peresmian AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Sulawesi Selatan

“Breastfeeding Fair ASI-vaganza”

ada apa sajakah?

Talkshow tentang laktasi

Konsultasi laktasi

- ada masalah payudara bengkak, puting lecet?

- bayi malas menyusu?

- produksi ASI sedikit?

- tidak dapat dukungan keluarga?

TALK TO ME!

Mini Kelas Edukasi

Demo MPASI Rumahan dan Ahli gizi Poltekkes Makassar

Bazaar: perlengkapan ibu, bayi dan anak

Kiddyland: playground, face painting, puppet show

Games

Hiburan: Live Performance

SEMUA untuk ayah, ibu dan anak ADA di ASI-VAGANZA!

Don’t miss it !

 

10-11 Desember 2011

@Mall Ratu Indah, Makassar

see you there! ;)

Breastfeed-mates

Kalau ditanya, apa kiat sukses nyusui anak, jawaban boenda salah satunya: punya temen berbagi pengalaman menyusui!

bener lho,… bisa saling support kalo lagi ada kendala-kendala menyusui, kendalanya kaya apa sih? misal puting lecet, payudara bengkak. Kalau kita punya support group, kendala-kendala itu bisa kita tanyain penanganannya. Kitapun bisa ketuleran semangat mereka, kalo di boenda pribadi sih mikirnya “‘lha mereka bisa sukses menyusui, gw juga pasti bisa”

Read more…

piissss deh ah

Pernah liat iklan susu S*M yg nampilin mirles sm sarseh?

Nah, perhatiin ga tagline mereka “Saya…. saya anak S*M, begitu pula anak saya”

ini bikin keributan lho..

Bagi sebagian orang, mungkin bertanya “kenapa sih diributin, toh itu kan susu lanjutan (untuk konsumsi diatas 1thn)”???

tapi bagi sebagian lain (include boenda ya) jelas perlu di ‘counter’, kenapa?

iklan tersebut menampilkan 2 tokoh yg dianggap sukses dalam masyarakat. Seolah ingin menampilkan, bahwa kedua tokoh itu sukses karena waktu kecilnya menggunakan MERK PRODUK yang diiklankan. Ini secara ga langsung, memberitahu bahwa bukan cuma susu lanjutannya saja yg bagus, tapi juga susu formula (susu u/dbwh 1 thn) dgn merk tersebutlah yg membuat seseorang menjadi sukses

Padahal kan ga begitu ya, susu untuk anak usia di atas 1 thn, cuma jadi pelengkap. Yang diambil cuma kalsiumnya, which is kalsium bukan cuma ada di susu, tapi juga bisa kita dapetin di makanan (contohnya: dari ikan teri, brokoli, keju, yoghurt, dll). Selebihnya, zat-zat yg terkandung di susu lanjutan itu sifatnya “aksesoris” belaka. Semuanya buatan, yg ga mudah terserap dalam tubuh kita. Perkara jadi orang sukses, juga jelas bukan karena susu. Ada unsur stimulasi, unsur pendidikan, unsur usaha ya tho?

kemudian muncul opini “ya kita tau lah soal gitu, tapi berlebihan amat ngeributinnya”

pertanyaan nya: “kita itu siapa??” apakah “kita” disini itu adalah orang-orang yg punya blackberry, punya laptop, punya ipad, punya gatab yg bisa nongkrongin dunia maya saban hari? apakah “kita” yg dimaksud adalah orang-orang yg bisa gampang menemui dokter spesialis anak atau tenaga kesehatan, karena punya dana lebih? kalau iya, yaeyaalaaahh bisa tau info kaya di atas itu

Tapi, coba deh berpikir, apakah masyarakat di luar “kita” itu bisa dapet akses informasi sebaik “kita”? jawabannya TIDAK

boro-borooo bisa nongkrongin internet, boro-borooo bisa ke dokter, lha bertahan hidup aja harus jungkir balik dulu! dan jumlahnya LEBIH BESAR dari jumlah “kita” lho. Masih lebih banyak orang-orang menengah kebawah. Disinilah masalahnya, kenapa itu iklan harus diributin. Melalui iklan televisi, produsen susu bisa menjangkau masyarakat menengah ke bawah. Kebayang ga, begitu mereka tonton iklan tersebut, sekali dua kali dan kemudian berkali-kali, tertanam di otak mereka SUPAYA ANAK BISA SUKSES BERARTI HARUS MINUM SUSU ITU! ditambah ga ada akses untuk dapetin informasi yang benar, semakin tertanam deh tuh pesan iklan tersebut. Bukan cuma si ibu nya yg bisa terpengaruh, tapi juga orang-orang di sekitarnya. Suaminya, orangtuanya, mertuanya, tetangganya. Ujung-ujungnya, lingkungan menganggap bahwa susu itu lah yg terbaik untuk anak. Jadi, ga perlu dikasih ASI juga anak bisa sukses, nah lho!

Dan, fyi sebenernya WHO juga melarang iklan-iklan ky gitu, jd ga cuma melarang iklan berbau susu formula aja, tapi juga susu lanjutan. See, IMHO, inilah sebenernya yg diributin.

Beranjak dari iklan itu, muncul deh ribut-ribut yang lain (di twitter at least) muncul lagi deh tu idiom ASI vs SUFOR

boenda cengar-cengir aja deh liat timeline yg berseliweran. Lucu! banyak yang sensi euyh

heeeee,… gimana ya

gini deh, disini boenda ga berbicara as a lactation counsellor yaaa (blom pede, pngalaman jadi KL baru cetek yeuh) tapi sebagai ibu yg punya pengalaman hampir 2 tahun nyusui anak

ribut-ribut soal ASI vs SUFOR, IMHO ga akan ada habisnya, bu! pasti akan teruuusss ada, SELAMA:

1. Belum terwujudnya kondisi ideal

alias kondisi dimana susu formula, susu lanjutan dan segala bentuk pemberian pengganti ASI (PASI) sulit untuk diperjual-beli kan, sulit untuk di iklankan secara brutal… ini terkait erat dengan fakta rendahnya tingkat pemberian ASI exclusive  dan tingginya tingkat pemberian susu formula. Fyi, indonesia cuma 15% lho tingkat pemberian ASI exclusive nya *prihatin*

2. Masih ada judging, penggunaan istilah “ibu gagal” dan “anak sapi”  di kampanye ASI

Emang sih paling BETE denger istilah ANAK SAPI, ebujug dah udah cape hamil sakit waktu ngelahirin, mosok anak kita disebut anak sapi gara-gara minum susu formula. Apalagi sampe ada istilah “ibu gagal” bussseeeetttt ibu gagal mah, dalam pikiran boenda ya ibu yg tega nelantarin anaknya, atau seorang wanita yg mengalami keguguran kan gagal jadi ibu tuh

nah, ini emang perlu kehati-hatian dalam penggunaan kalimat. Alih-alih mau menggalakkan pemberian ASI, yg ada orang malah jadi antipati

3. Terlalu sensitifnya ibu-ibu yg memberi susu formula ke anaknya

ummm,.. jd hati-hati nih ngebahas point ini *garuk-garuk kepala*

gimana bahasnya ya,…

umm jadi gini, IMHO ga perlu lah terlalu sensitif. Kalau ada kampanye mengenai ASI dan SUFOR biarin ajalah, yg lagi kampanye itu ya lagi melakukan ‘tugas’ nya bukan bermaksud menyindir pribadi dirimu. kalau ga kuat hati, tutup mata tutup telinga ajah, make it simple and easy, mommie! jgn lah jadi berpikiran “kampanye nya ke yg hamil aja gih sana”

edukasi ttg ASI dan menyusui ini juga perlu ke ibu-ibu yg sudah punya anak. Baik yg udah kasih ASI, maupun susu formula. Untuk yg udah kasih ASI, edukasi tetap perlu untuk tetap menjaga semangat pemberian ASI. yang memberikan susu formula, edukasi diperlukan untuk belajar dimana letak kegagalan pemberian ASI nya. Keduanya sama-sama belajar untuk anak selanjutnya. Edukasi juga bukan untuk si ibu, tapi juga lingkungannya. Pemberian ASI akan sulit sukses dilakukan kalau ga ada support penuh dari lingkungan (suami, orangtua, mertua, saudara, teman, tetangga)

So, hyuk deh hyuk sama-sama belajar

untuk kehidupan yg lebih =)

piiiisssss! v (^_^) v

Salam ASI!

-siBoenda-

Lactation Counselor

Well well well,…

alhamdulillah, tercapai sudah keinginan boenda untuk jadi konselor laktasi

setelah pergulatan di hati untuk jadi ga jadi jadi ga jadi =))

Bukan apa-apa, mengikuti pelatihan konselor laktasi ini banyak yang harus dipikirin

dari soal mikirin Aira yang harus ditinggal seharian penuh selama 5 hari sampe soal uangnya

heeee secara ya bok, kesananya juga pake tiket pesawat makassar-jakarta PP, belom lagi biaya pelatihan yg 1.5 jt sendiri

hiyyyaaaahhh

Setelah pikir sana pikir sini, Alhamdulillah Allah kasih kemudahan

adaaaa aja rejekinya pun hati dikuatkan buat ninggalin si gadis, pikir-pikir sekalian Aira belajar disapih =)

jadilah boenda berdua Aira capcuuuss ke Jakarta.

Pelatihannya mulai tanggal 15, kepotong libur, lanjut tanggal 18-21 April 2011. Boenda sengaja berangkat ke Jakarta nya tanggal 13 biar Aira beradaptasi dulu sama suasana rumah mama. Walaupun rumah neneknya sendiri, masih perlu dong adaptasi dirinya. Makanya, sengaja boenda biarin Aira “dilepas” boenda biarin Aira asik main sama ayah mama gaeknya, sama onti-ontinya juga. Malam sebelum hari pertama pelatihan, sebelum tidur, boenda bilang ke Aira “Nak, besok boenda pelatihan ya…Aira pagi sampe sore sama gaek, sama mama, sama oti pipi sama oti dini ya, malamnya main sama boenda lagi” anaknya sih ho oh ho oh ajah. Begitu si gadis mulai teler, boenda mulai deh ‘hipno’ Aira. Boenda bisikin “Ai tidak rewel”  sebanyak 5x.

Besok paginya, sebelum berangkat pelatihan, masih dalam keadaan tidur, Aira kembali di ‘hipno’ boenda bisikin lagi deh tuh: introductionnya: “boenda pelatihan dulu ya” terus bisikin lagi “ai tidak rewel” sebanyak 5x. Selama di lokasi pelatihan boenda juga berusaha bgt ga mikirin Aira, fokus ke materi pelatihan. Karena konon, kalo emaknya gelisah, anaknya jadi rewel. hasilnya? Hari pertama, berjalan lancar Aira tenang sepanjang hari, dia sibuk main sibuk makan sibuk jalan-jalan. Cuma menjelang tidur siang rewel krn ga nemu ninennya.

Ritual ‘hipno’ terus boenda lakuin di malam dan pagi hari. Sama kaya hari pertama, di hari kedua, Aira rewel menjelang tidur siang. Tapi hari-hari selanjutnya bisa juga Aira tidur cuma ditepuk-tepuk mama gaeknya.  Dari laporan orang rumah, selama ditinggal pelatihan Aira makannya sedikit tapi sering. So, bisa dibilang sukses deh ninggalin Aira selama boenda pelatihan

Ikut pelatihan ini, boenda berasa jadi working mommy, jadi tau rasanya temen-temen yang kerja di Jakarta. Berangkat pagi, pulang kena macet, naik busway. Pulang-pulang disambut senyum super manis dari anak + rengek an minta ninen hehehehe lucu kalo diinget-inget, tiap nyampe rumah Aira senyum-senyum terus biarin boendanya cuci tangan ganti baju dah gitu langsung deh ngoceh “ai mau ninen sekayang!”  tapi herannya, kenapa saat udah selesai pelatihan, ninennya Aira semaki dasyat, nak??? bagaimana menyapihnya iniiih (-__-”)

Pelatihan konselor laktasinya sendiri bener-bener padet jadwalnya. Hari pertama full teori, apalagi belom begitu kenal dengan peserta lainnya jadi yaaaa quite membosankan gitu deh jadinya. Tapi udah hari kedua, mulai praktek klinik, mulai akrab sama peserta lainnya, mulai deket sama para fasilitator, pelatihan berasa menyenangkan! apalagi, belajar jadi konselor ini mengingatkan boenda dengan perkuliahan di waktu jadi mahasiswa. yes, konseling memang salah satu bagian penting dari psikologi. Jadi kebakar lagi deh semangat boenda untuk wujudin cita-cita being child psychologist =))

Materi pelatihan, sebagian besar udah boenda ketahui. Ada beberapa yang baru didapat, tapi yang lebih utama, pengalaman praktek yang didapat itu lho! bener-bener praktek ke ibu-ibu yang baru melahirkan. Dan alhamdulillah, selama sesi praktek klinik, boenda dapet pasien dengan beragam problem menyusui. Bayi prematur, belajar memerah ASI untuk bayinya yg terindikasi hipoglekimia, ibu yg ingin relaktasi, ibu dengan problem puting lecet, dan ibu yang punya puting datar. Sekalinya sukses bikin si ibu tersenyum dan berterima kasih atas apa yang kita ajarkan, rasa-rasanya berjuta deh! bahagiaaaa banget bisa bantu orang lain. Bahagiaaa banget bisa berbagi keilmuwan kita. Bahagiaaaa banget bisa melihat mereka mempraktekkan apa yang udah diajarin. Semakin bersemangat untuk terus dan terus nemui ibu-ibu hamil, ibu-ibu yang baru melahirkan. Ibu-ibu yang butuh konseling menyusui. Ingin terus menerus bercerita betapa maha dasyatnya kandungan ASI, betapa tidak tergantikannya ASI, betapa indahnya momen-momen  menyusui =’)

Mudah-mudahan, predikat konselor laktasi ini ga bikin boenda jadi jumawa, ga bikin boenda jadi m’underestimate kan ibu-ibu yang memberikan susu formula ke anaknya. Ga membuat boenda mengkampanyekan ASI dengan cara-cara yang menyakiti hati orang lain. Semoga selalu terjaga semangat boenda untuk terus berbagi, berbagi pengalaman indahnya menyusui =)

next project sudah menunggu: bersama lelhy (yang juga dari makassar, sama-sama mengikuti pelatihan) dan temen-temen dari Makassar Breastfeeding Community untuk mendirikan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) cabang Sulawesi Selatan + pendirian klinik laktasi di Makassar!  Semoga semuanya berjalan lancar + diberikan keberkahan oleh Allah *finger crossed*   (^__^)v

with proud *blushing*

-siBoenda-

siap ga siap ga siap, Ga!?

Pagi-pagi setelah semua kerjaan rumah beres bawaannya jadi pengen curcoooll deh

berawal dari semakin banyaknya temen-temen yg hamil anak kedua nih, ayah pun mulai gencar ngebahas soal program anak lagi,

hiksssss,…. *lha?!

boenda sukaaaa bgt sama anak kecil, jatuh hati pada semua yang berbau babies to toddies, tapi hei! rasa suka ternyata ga cukup bisa bikin siBoenda siap untuk punya banyak anak (dalam waktu yang berdekatan)

bukan sekedar bicara materi, dalam hal ini lebih ke arah persiapan mental. Sampe diketik ini postingan, rasanya masih jauuuuhhh dari kata SIAP untuk punya anak kedua

terbayang keguguran hamil pertama,

terbayang masa-masa bedrest total hampir 2 bulan waktu hamil Aira, apa kabar Aira kl ntar hamil berikutnya kudu pake acara bedrest segala?

dan terbayang pula harus menyapih Aira lebih dini. Karena, sepertinya sangat kecil kemungkinan buat boenda tandem nursing, secara ya nyusui itu seringnya nimbulin kontraksi. Nah buat emak-emak yg punya riwayat keguguran atau lahir prematur, secara teori,  riskan untuk bisa sukses tetap menyusui selagi hamil.

Buat sebagian orang, mungkin akan ngebatin “so what kl harus nyapih lebih awal?toh Aira udah makan nasi ini, minum susu UHT  juga lancar”

tapi buat boenda, beraaaatttt bgt! Aira punya hak atas ASI at least sampe usia 2 tahun, boenda pun memang berniat menyapih Aira dengan cinta, biar Aira yg memutuskan sendiri tetap/berhenti ninen, dan tentu ini butuh keikhlasan kdua belah pihak, baik boenda maupun Aira, bahkan mungkin tiga belah pihak include ayah. Karena memang, persoalan menyapih ini sama seperti pemberian ASI, akan sukses dengan kerjasama ayah, boenda, dan Aira.

Boenda ga pernah ngebayangin akan menyapih Aira dengan cara-cara *sorry to say* brutal kaya pemberian jamu-jamuan, obat merah, jeruk nipis, atau apapun lah di puting yg bikin anak jadi *terpaksa* berhenti menyusui. Lha wong, boenda *dan ayah* kok yg bikin Aira addicted ASI, boenda yg bikin Aira ga makan apa-apa selain ASI di 6 bulan pertama kehidupannya. Boenda *dan sekali lagi ayah* yg memutuskan ga nambah susu lain selain ASI sampe Aira berusia 12 bulan. Kalo udah addict kaya sekarang, apa iya boenda tega sampai hati bikin Aira “sakau” ga dapet ASI? hell NOOOO……….

Pemberian ASI bagi boenda, sama seperti masa-masa pacaran. Kalo selama masa pacaran baik-baik saja, selalu mesra, apa ga sakit hati tuh kalo tiba-tiba diputuskan secara sepihak? itulah yg bikin boenda ga siap harus bikin Aira “sakit hati”

Entah kenapa boenda seringkali merasa kalo ga siap melakukan sesuatu, efeknya ga baik. Makanya boenda merasa, karakter Aira yg menyenangkan selama ini efek dari kesiapan boenda sebelum hamil, kesiapan tersebut membuat boenda sangaaaaattt menikmati masa-masa kehamilan, including masa-masa bedrest itu lho! seinget boenda, jarang banget marah-marah apalagi sedih sampe nangis bombay waktu hamil Aira.

Terlalu melankolis memang alesan ketidaksiapan punya anak keduanya siBoenda, tapi memang begitulah

well let’s see bagaimana kedepannya nanti, semoga kesiapan itu hasil dari keikhlasan =)

-siBoenda-

segala yang terBaik

Buat boenda, memberikan yg terbaik itu bukan cuma waktu malaikat kecilnya boenda udah lahir aja, taapppiii saat masih dalam perut, boenda juga merasa MUTLAK HARUS memberikan segala yg terbaik dari soal asupan makanan sampe tetek bengek persiapan persalinan (include senam hamil 3x dalam 1 minggu)

soal asupan, boenda selalu ngupayain 2x minum susu, makan sayur dan lauk kumplit dengan buahnya,

soal dsog, boenda tetap pada pakemnya harus senior (dgn asumsi kaya pengalaman dalam menangani riwayat kehamilan ky boenda) komunikatif (bs memuaskan rasa ingin tahunya boenda) dan tentunya pro lahiran normal!

untuk RS tempat bersalin, slain fasilitas, boenda hunting RS yang pro-ASI (boenda bertekad memberikan ASI malaikat kecilnya boenda sampe usia 2 tahun), dan ada tatalaksana IMD

kenapa sih boenda pengen banget ngasih ASI??

1.  ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang ALAMI such as:

-kolustrum yg:

  • Mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare,
  • Mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran,
  • Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.

-mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey :Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.

- ASI mengandung Taurin, DHA dan AA yg alami

apa itu??

  • Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.
  • Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA  dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat)

- Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat  zat besi di saluran pencernaan.

- Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi – mengandung sejenis karbohidrat yg menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus untuk menjaga keasaman flora usu bayi dan untuk menghambat pertumbuhan bakteri yg merugikan

2. Memperkuat ikatan kasih sayang ibu-bayi yang terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.

3.  Meningkatkan kecerdasan bayi. Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.

dengan segala keunggulan ASI tersebut, pantaskah boenda TIDAK MENGUPAYAKAN MATI2AN memberikan ASI ke malaikat kecilnya boenda??!

kalau IMD, apa itu?kenapa harus ribet nyari RS yg pk IMD2an??!

niiihh, hasil bersahabat dengan si mbah gugel

  • apa itu IMD? Inisiasi Menyusui Dini bukan program ibu menyusui bayi tetapi bayi yang harus aktif menemukan sendiri putting susu ibu. Program ini dilakukan dengan cara langsung meletakkan bayi yang baru lahir di dada ibunya dan membiarkan bayi ini merayap untuk menemukan puting susu ibu untuk menyusu. IMD harus dilakukan langsung saat lahir, tanpa boleh ditunda dengan kegiatan menimbang atau mengukur bayi. Bayi juga tidak boleh dibersihkan, hanya dikeringkan kecuali tangannya. Proses ini harus berlangsung skin to skin antara bayi dan ibu. Yang perlu di jaga adalah suhu ruangan, dan sebaiknya bayi memakai topi bayi karena disitu banyak keluar panas. Suhu yang tepat adalah 28-29 derajat C

ini alasan kenapa boenda niat banget nyari RS yang ada tatalaksana IMDnya: 1 jam pemberiannya dapat menyelamatkan hidup bayi seumur hidupnya. Dengan memberikan inisiasi dini juga menurunkan resiko kematian bayi sebanyak 21%. Tak terpikirkan bahwa aneka ragam penyakit yang sering menyerang seseorang di usia 30, 40 dan 50 dapat disebabkan karena pemberian ASI yang kurang optimal saat masih bayi. Selain itu, Anak yang dapat menyusui dini dapat mudah sekali menyusu kemudian, sehingga kegagalan menyusui akan jauh sekali berkurang.

tuuuhh kaaan, Subhanallah ya manfaat ASI dengan tatalaksana IMDnya,..makanya Boenda ikhlas binti redho repot2 ngusahain segala yg terbaik untuk malaikat kecilnya Boenda, dan itu berawal sejak boenda hamil ;) )

-SiBoenda-

DurinG prEGnancY

Kalau diinget2, selama hamil aira,boenda ada kali tuh datengin 7 dsog
3 di semarang, 4 di jember

waktu itu pertimbangan nyari dokter: perempuan, pro persalinan normal, dan sudah senior

Dsog pertama dsmrg, g cocok krn jutek dan minim komunikasi

Ganti dsog yg ktnya jd dsog perempuan ptama di smrg (udh senior bgt) cocok sm personalnya, tp kurang cocok sm obat2an dan vitamin yg dy resepin (mihil2 bo!)

Dsog yg satunya lg cm 1x datengin untuk pemeriksaan 4 dimensi

Kl di jember, dsog ptama prempuan (ms junior tp dy dsog perempuan satu2nya di jember) ga cocok, jutek banget! Malesh…

Dsog kdua, yg kmudian jd rutin control sm dy, dsog laki2 (terpaksa) udah senior, cocoklah sm personalnya, ongkos dan yg diresepin jg standard lah, ga pake mihil2an

Dsog yg ktiga, didatengin cm untuk pmeriksaan USG 4 dimensi aja sssttt…ini nih hasil USG 4 dimensinya (ai usia 30w)

ai usia 30 w

Naaahh, dsog yg trakhiirrr ini dy yg kmudian jd dsog persalinannya aira! Nah lhoooo kok bs?! Bknnya persalinannya mw djkt??!!!

Hehehehe iy, si boenda g jd ke jkt, ayah ga redho kl pisah lama sm boenda *blushing* ;P

Jd critanya giniii,,stelah dibahas panjang kali lebar kali tinggi, ayah kmudian g rela boenda jauh dr dy, takut g bs nemenin waktu mw persalinan (krn jarak jember-jktnya itu lho!)

Stelah ada kputusan bsama itu, ayah sm boenda iseng deh liat calon RS t4 malaikat kecilnya boenda dilahirkan, bgitu ksana kok agak ga sreg gitu, tp ttp boenda tanya2 mendetil soal biaya, fasilitas, ada tatalaksana IMDnya atw ga

Krn msh kurang sreg sm RS tsb, smggu kmudian iseng2 boenda datengin RS yg katanya tob markotobnya jember, bagian depannya kuno gt deh tp bgitu masuk WAH! Cihuy!! Langsung kpincut deh ngeliat suasananya
Trs ayboend iseng datengin bagian bersalin, tanya ini itu tmasuk soal dsog, yaaaah tnyata dsog rutinnya boenda ga praktek disana, trs gmn??!

Eittsss tnyata, tersebutlah sbuah nama yg memang sdari awal di jember, boenda direkomen sm pmilik rmh kontrakan untuk check up rutin ke dy, kabetulaaaan ini dsog lagi ada di jember (biasanya di jogja untuk ambil subspesialis)

Waaahh girang bgt donk boenda! Malemnya boenda langsung tlp tempat prakteknya untuk control hari senin, tp sayang boenda ga dapet nomor (dy ngebatesin cm mlayani 20 pasien stiap jdwl prakteknya) boenda br dpt jdwl hr slasa, itu pun nomer besar,,

Saat control,boenda critain deh smua2nya riwayat kandungannya boenda, eh si dsog tnyata udah dititipin sm pmilik rumahnya boenda (pmilik rumah kbetulan dokter spesialis anestesi) dy nyeletuk “oooh jenengan yg tetangganya dokter wiwik ya??saya ditanya dr wiwik trs, jenengan udh datengin sy atw belum gitu”
Dooeeennggg!!! Hihihihihi boenda jd bahan gegosipan antar dokter tnyatah! *blushing*

Stelah control tsb, smakin bulet deh tekad ayboend bwt pindah dsog, dgn resiko bs jd control hari selasa itu jd control pertama dan trakhir sblom persalinan, krn emang tinggal menghitung hari sih….

-siBoenda-

Post Navigation

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 702 other followers