Temper tantrum, wajarkah? (2)
mumpung semangat belajar lagi tentang tantrum, how to deal with it? lanjutan dari postingan ini
Penanganan Perilaku Tantrum
Dalam bukunya, Eileen Hayes (2002: 48-51) memberikan tips-tips dalam melakukan pencegahan munculnya perilaku tantrum yakni;
- Menghindari situasi sulit
- Jika orang tua menginginkan anak balitanya mengurangi sikap negative, lebih baik menggunakan kalimat seperti, “Kamu boleh memilikinya nanti” daripada, “Tidak, kamu tidak bisa memilikinya”
- Memberikan contoh yang baik. Jika anak melihat orang tuanya sebagai orang dewasa yang cepat marah atau berteriak dengan rasa putus asa karena hal sepele, dia pun jauh lebih sulit untuk belajar mengendalikan diri. Anak perlu melihat orang dewasa mengatasi keputusasaan dan kekecewaan tanpa marah-marah-begitulah cara dia belajar mengatasi kemarahan-
- Memberinya sedikit kendali. Sangatlah sulit bagi anak kecil untuk merasakan bahwa dia tidak pernah bisa mengeluarkan pendapat. Dia melihat orang dewasa mempunyai seluruh keputusan, seperti mau kemana, apa yang harus dikerjakan, dan apa yang harus dibeli. Jika memungkinkan, biarkan anak membuat pilihan terhadap apa yang diinginkannya.
- Memberikan peringatan awal. Berikan waktu dan peringatan kepada si anak sebelum melakukan kegiatan baru. Misalnya katakan, “Bak mandi akan siap dalam lima menit”
- Memberikan hal-hal yang dapat menggantikan dan mengalihkan perhatiannya
- Menemukan sebuah pola. Jika anak sering mengalami tantrum, buatlah catatan tertulis tentang apa yang sebenarnya terjadi sebelum tantrum dan keadaan yang terjadi pada saat tantrum dimulai.
