i’m not ready yet…….

Beberapa hari ini, boenda mulai sibuk nyari-nyari rumah kontrakan di Makassar, tentu dengan ketentuan yg sama seperti saat mw pindah ke Jember: 3-4 kamar, ada garasi, strategis, ada di pusat kota. Semakin banyak hasil pencarian, malah muncul perasaan ga mau pindah! (lho??!)

Boenda cintaaaa bgt sama rumah Jember, walaupun ngontrak, tetapi rumah ini begitu homey, lapang, punya sirkulasi udara yg bagus, lingkungan yg nyaman

Jadi teringat proses pencarian rumah. Saat masih tinggal di Semarang, boenda coba menghubungi teman boenda yg di Jember, meminta tolong memberitahukan boenda apabila mendapat informasi mengenai rumah yang di kontrakkan.ย  Ada beberapa hasil pencariannya. Ketika ayah ke Jember terlebih dahulu, ia survey ke beberapa rumah hasil pencarian, begitu melihat rumah bercat putih ini, dan masuk untuk melihat kondisi dalam rumah, ayah langsung jatuh hati. Rumah ini memiliki 5 kamar, 2 kamar mandi, 1 gudang, 1 carport, 1 garasi. Diskusi ini itu sama boenda, bismillah boenda percaya keputusan yg ayah ambil. Jadilah kami mengontrak di rumah putih tersebut

Benar adanya, saat boenda nyusul ayah pindah ke Jember, saat memasuki rumah putih ini, boenda langsung cinta! alhamdulillah dapat rumah yg lapang, pikir boenda saat itu, kalo anak kami lahir, dy bisa leluasa belajar berjalan (hahahaha emak2 bgt ya pola pikirnya) lingkungan rumah pun nyaman, ga banyak mobil lalu lalang, sehingga aman bila nanti anak kami bermain di luar rumah

Hari-hari pertama dan seterusnya semakin menajamkan kecintaan boenda terhadap rumah itu. Awalnya terkesan terlalu besar untuk keluarga kecil kami. Tetapi dengan kesibukan ayah, 1 kamar beralih fungsi menjadi gudang (jadi ada 2 gudang) 1 kamar menjadi ruang kerja ayah. Jadi rumah pun sudah tidak lagi terkesan terlalu lapang untuk kami

Lingkungan rumah juga enak. Tetangga baik semua, ga ada yang usil, ga pernah ada keluhan air kotor, listrik dan telepon, semua baik. Belum lagi, boenda masih bisa mendengar kicauan burung sepanjang hari! boenda cinta! amat cinta!

Rumah ini juga merupakan rumah pertama kami sebagai keluarga utuh, tinggal pisah dari orang tua. Di rumah ini, boenda sempet cuma berduaan sama ayah waktu Aira masih dalam perut boenda, (usia 7-8 bulan). Di rumah ini, boenda terjun langsung ke dapur untuk masak dan (sebelum ada helper) boenda berdua sama ayah berbagi tugas domestik. Di rumah ini, tahun pertama kehidupan Aira berlangsung…..aaaaaaagggghhh!!!! ingin nangis rasanya bila ingat kenyataan boenda harus pindah dari rumah putih, akankah di Makassar kami bisa mendapatkan rumah sebaik ini?

siBoenda

10 thoughts on “i’m not ready yet…….

  1. jiaaaaah janji ke jember aja blm kesampean nih, mosok mesti ngejar ke makasar?? tp tak apalah, taun depan insyaALLAH adek gue kul di makasar, sape tau di ongkosin kesana.. ato elo yg bakal ngongkosin?? hahhaha..

    jangan ragu klo mau pindah zie, sesuatu yg diawali dgn ragu kadang hasilnya bs ga maksimal.. percaya aja di sana sama okenya dgn jember, mungkin lebih. hehhehehe sotoy aja ah..

  2. semoga rumah yang ini nantinya sama baiknya dengan rumah yang di jember
    atau kalao bisa… malah lebih banyak mendatangkan manfaat dan berkah yaa

    amiiiiiiiin

  3. hi mb,,kalo boleh tau ini alamat rumahnya dimana?
    kebetulan aq juga lagi nyari rumah di jember. sapa tau masih jodoh sama ini rumah :))
    makasih sebelumnya buat sharing infonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s