Kilas balik 15 bulan kehidupan

Tulisan ini bukan untuk menceritakan milestone anak gadis *next, i’ll do it* tapi sekedar catatan pengingat yg direfleksikan dari kehidupan Aira, belajar dari pengasuhanku terhadap Aira, memetik hal-hal apa yg dilakukan saat nanti punya anak kedua, ketiga dst *eheeemmm….*

orait, dimulai dari masa KEHAMILAN:

1. Ga perlu minum susu ibu hamil, hell yeah se-jagad raya alam semesta, cuma di Indonesia terdapat beragam jenis susu (dr hamil ampe manula) padahal yaaaa susu SUSU aje! toh yg diserap tubuh cuma kalsiumnya

2. Perbanyak asupan makanan yg hi-calc, jadiii ga kejadian berbulan-bulan setelah melahirkan, lutut berasa mau copot karena kurang kalsium. Dan sedikit-banyaknya asupan kalsium seorang ibu, sangat berpengaruh terhadap cepat lambatnya pertumbuhan gigi si anak

3. Perbanyak asupan sayur-sayuran! ini berpengaruh pada cepat dan lancarnya produksi ASI kita nanti di awal-awal kehidupan si anak. Boenda ambil kesimpulan ini, karena melihat teman-teman yang suka banget makan sayur saat hamil, pada trisemester akhir kehamilan, ASInya udah mulai keluar. Well of course, ini sangat memboost kepercayaan diri kita memberikan ASI pada anak. Kalo udah percaya diri, ASIpun keluar dengan lancar daaaan ga akan tergoda deh tuh kasih susu formula

4. Perbanyak minum air putih dan makan buah

5. Konsisten melakukan senam hamil dan jalan kaki di pagi hari dari usia 6 bulan kehamilan sampe menjelang persalinan

6. Persiapkan amunisi pengetahuan kesehatan anak, dari penanganan perawatan tali pusat, penyakit kuning, dermatitis, kolik  jadwal imunisasi, dan ttg MPASI rumahan. Ga cuma pengetahuan belanja keperluan bayi! =P

7. Cari RS yang pro IMD *IMD yg bener, bukan sekedar nempelin puting ke bayi* dan tentu pro ASI. Aira dulu IMDnya ga tuntas, cuma setengah jam an terus petugas kesehatannya langsung nempelin Aira pada puting boenda. Padahal kan harusnya biarin aja si bayi terus mencari sendiri puting ibunya. Alasan “nanti bayinya kedinginan” tidak dapat dijadikan alasan mempercepat berlangsungnya IMD, karena si bayi memperoleh kehangatan dari skin to skin contact dengan ibunya. Dan hebatnya lagi, apa-apa yg dijilat si bayi sebelum mencapai puting ibunya itu justru membangun imunitas untuk dirinya lho! Subhanallah ya

8. Cari DSOG yg pro vaginal birth, bukan yg dikit-dikit sesar, alhamdulillah waktu hamil Aira, boenda dapet DSOG yg sangat pro lahiran normal

9. Konsisten memberikan stimulus pada janin, baik dengan “mengajaknya” berbincang, mendengarkan musik *murotal Qur’an utamanya*

10. Karena sudah punya anak, konsisten melibatkan anak pertama di masa kehamilan ini, ikut mengajak si anak berbincang dengan adik yg ada dalam perut ibunya, mengajak si kakak control kehamilan, memperlihatkan kepadanya hasil USG dan memperdengarkannya denyut jantung adiknya. Ini dapat membangun kesiapannya memiliki adik dan rasa sayang kepada adiknya

masa pasca PERSALINAN :

1. Sedari awal mandiin bayi sendiri. Dulu awal-awal bulan kehidupan Aira, boenda masih belum berani mandiin. Dan konsisten memandikannya dengan air dingin, air yg baru keluar dari keran air

2. Belajar melakukan pijat bayi secara mandiri. Bayi akan lebih merasa nyaman bila dipijat oleh ibunya sendiri daripada oleh orang lain. Ini pun merupakan salah satu cara meningkatkan bounding ibu dan anak

3. Rajin memompa dan menyetok ASI, supaya produksi ASI terus stabil dan bisa lebih mudah me-manage waktu di saat harus pergi ke luar rumah

4. Tidak membiasakan anak full day memakai pampers, kenakan cloth diaper aja jadi lebih mudah mengetahui jadwal pipis dan pup, ini berdampak pada proses potty training si anak dan tentu dengan cloth diaper lebih ekonomis dan lebih “bersahabat” dengan bumi qta =D

5. Konsisten memberikan stimulus pada motorik, sensorik dan psiko sosialnya. Stimulus ini dapat berupa: memberikan mainan, membacakan buku, mendengarkan musik, diajak berbicara, diajak berenang, sering bertemu dengan keramaian, dll.

6. Konsisten memberikan nutrisi ruhiyahnya

7. Konsisten sedari awal, H+1 persalinan, mengenakan carseat pada anak di saat berada dalam mobil!

8. Membiasakan anak tidur sendiri, ga perlu ada ritual digendong-gendong dulu sebelum tidur. Konsisten meletakkannya pada box bayi. Ini bisa meminimalisir kemungkinan jatuh dari kasur

9. Konsisten melibatkan anak pertama dalam pengasuhan adiknya

10. Konsisten me-manage quality time dengan diri sendiri, suami, anak pertama dan anak kedua

ummm apalagi yah,…???

ahyak! ada lagi:

11. Patuhi jadwal imunisasi! karena efektivitas imunisasi dipengaruhi oleh ketepatan waktu pemberiannya

12. Konsisten dengan growth cart perkembangan anak tiap bulan

2 thoughts on “Kilas balik 15 bulan kehidupan

  1. iyaaaaaaaaaiii, mknya pan dr jauh2 hari gw ude blg ke elo, bnyak2in konsumsi kalsium 1 sama spirulinanya tianshi, biar asupan nutrisinya tetep terjaga, hohoho…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s