Imunisasi, perlu atau tidak??

Beberapa hari yg lalu, ada pemberitaan tv swasta nasional yg cukup bikin heboh. Dikatakan, imunisasi itu mengandung merkuri dan dapat mengakibatkan kematian *doeng!* pemberitaan ini tentu menyulut reaksi beberapa pihak, termasuk boenda. Kenapa? karena berita yg diturunkan bukannya memberikan edukasi yg berimbang justru terkesan menakut-nakuti masyarakat. Ga jelas diberitakan, mercuri jenis apa dan ada pada imunisasi apa? ga jelas juga akibat kematian yg ditimbulkan itu dari apa dan seberapa besar prosentase kematian yg timbul di masyarakat.  Parahnya lagi, pihak yg diwawancarai ga valid. Karena penderita lumpuh layu tersebut  nyatanya secara hukum sudah dipastikan sakit yg diderita bukan akibat imunisasi. Pemberitaan yg juga ga proporsional. Cuma menonjolkan “korban imunisasi” Korban akibat tidak diimunisasi ga ada pada pemberitaan ini. Bukankah sebaik media menurunkan pemberitaan yg adil, alangkah baiknya bila mereka memberikan pemahaman yg menyeluruh tentang imunisasi, hingga pada akhirnya masyarakat sendiri, dalam hal ini khususnya para orangtua, yg menentukan akan memberikan imunisasi atau tidak ke anaknya.

Nah, berbicara mengenai imunisasi ini, boenda termasuk pihak yg memberikan imunisasi ke Aira. Walau boenda akui, jadwal imunisasi Aira berantakan, ga tepat waktunya. Setidaknya better late daripada ga sama sekali. Beberapa teman yg ga sependapat mengajak boenda untuk back 2 sunnah, bahwa dgn kurma dan madu dapat meningkatkan imunitas si anak, hingga ga perlu lagi diberikan imunisasi. Ada juga yg bilang imunisasi itu lebih besar mudharatnya ketimbang manfaatnya. Ada pula yg mengingatkan bahaya imunisasi, status haramnya isi kandungan imunisasi hingga konspirasi zionis yahudi yg ingin memberikan racun kepada anak-anak muslim melalui imunisasi. Well, i’ve read all of these infos dari yg pro maupun yg kontra imunisasi waktu masih hamil dan keputusannya? tetep memberikan Aira imunisasi.

Alasannya? simple! i just wanna do all my best to protect Aira. Selagi boenda mampu, boenda upayakan apapun untuk menjaga Aira dari dalam tubuhnya maupun dari luar. Kita ga tau kan sampai kapan usia qta menjaga titipan Tuhan ini. Boenda mati-matian berusaha bisa kasih Aira ASI, rela merepotkan diri memasak masakan rumah untuk Aira, skalipun dalam travelling *dgn konsekuensi bawaan bahan dan perlengkapan masaknya sgambreng*. Back 2 sunnah? i did. Rutin memberikan Aira sari kurma dan madu. And last, giving her vaccine.

Adalah benar, bahwa imunisasi TIDAK memberikan JAMINAN anak akan terhindar sama sekali dari penyakit yg diimunisasikan. Akan tetapi, in my humble opinion, tetap lebih bijak memberikan anak imunisasi daripada gambling dgn kondisi penyakit aneh2 merajalela seperti sekarang ini. Setidaknya, kalaupun kejadian *na’udzubillah min dzalik* ga akan  parah kasusnya. Dan ini terbukti lho pada boenda sendiri. Waktu di rumah onti nya Aira lg kena cacar, boenda yg saat itu mau UAN SMA kelas 3, langsung buru2 di imunisasi varicella biar ga kena. Hasilnya? 1 minggu setelah UAN, tetep aja boenda kena, tapi ga separah onti nya  Aira. Sembuhnya cepet, ga menyebar luas dan ga membekas.

Well, semua memang kembali kepadaNya, tugas boenda sebagai seorang ibu adalah melakukan segala usaha dan memberikan yg terbaik untuk menjaga dan merawat titipanNya. If something happened *na’udzubillah min dzalik* *ketok2 meja* ya memang sudah TAKDIR, at least i did all my best.

So, what do you think?  perlu tidak anaknya diimunisasi??

semua kembali ke anda, orang tuanya…

sssstttt,…selagi ngomongin imunisasi, mau contek jadwal imunisasi Nico mama resti @resti0510  aaaahhh….hihihihih ini emak, boenda ks ancungan jempol dah buat urusan anak! v(n__n)v

ini dia jdwlnya imunisasi Nico, hehe buat “pakem” imunisasinya Aira dan ade2nya kelak deh… *dlm rangka terus blajar jd ibu yg konsisten*:

Pas lahir – Hep B I dan Heb B Imunoglobulin
11 hari – Polio 0
35 hari – Hep B II ; BCG
2 bulan – DPT I ; HIB I ; Polio I
4 bulan – DPT II ; HIB II ; Polio II
6 bulan – DPT III ; HIB III ; Polio III ; Hep B III
9 bulan – Campak
12 bulan – Varicella I
15 bulan – Varicella II dan MMR
18 bulan – DPT IV ; HIB IV ; Polio IV dan Hep A I
24 bulan – Typhoid ; Hep A II
5 tahun – DPT V ; Typhoid

note: Aira ga diimunisasi varicella, krn di umur 7 bulan dia udah kena cacar, jd ga perlu imunisasi varicella lagi *kata dokter*

-siBoenda-

6 thoughts on “Imunisasi, perlu atau tidak??

  1. Alhamdulillah sampe hr ini jadwal imunisasi Kay tepat waktu..😉

    Emang bener kl imun ga 100% ngejamin gakan kena penyakit itu tp setidaknya meminimalisir efeknya..contohnya,kita sekeluarga flu tp Kay ngga..dan meskipun dia kena besoknya langsung sembuh tuh pdhl yg duluan sakit belom sembuh😉

    Memang tuh berita2 sekarang jd ky gosip,belom tau kebenarannya udah dberitain ke masyarakat..udah aja jgn ada acara berita segala kl toh isinya gosip semua/blm ada bukti2nya..sebut aja infotainment..huh cape deh..

    Tp aku ga serajin boenda,krn aku ga bs masak jd mamahku yg msk dan kl lg pegi2 yah beli deh😦
    mana anakku lg ga mu mkn nasi😦

  2. Pingback: Re-learning Part 1… Imunisasi « -siBoenda-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s