Dimana akal sehatmu, Bung!

Tiga hari yang lalu boenda merasa kasian sama teman-teman yg bekerja di Jakarta, di hari itu karena ada kebakaran di km sekian daerah bekasi terjadi kemacetan sepanjang 28 km..wew! ga kebayang, tubuh udah capek bekerja stress karena kerjaan yg ada ditambah stress di jalan

1 hari kemudian ternyata boenda pun merasakan hal yang sama di Makassar, KEMACETAN di jalan. Bedanya, bukan karena ada kecelakaan, kebakaran atau bencana musibah dll tetapi karena DEMONSTRASI mahasiswa!

Hooo sudah bukan rahasia lagi, Makassar TERKENAL dengan kebrutalan mahasiswanya, sering muncul berita di televisi tindakan anarkis yg dilakukan. Hal ini cukup membuat boenda enggan untuk pindah ke Makassar. Yah karena berita-berita itu tadi. Kalau ada berita mengenai Makassar, dominan tentang kerusuhan. Entah itu kerusuhan karena ribut antar mahasiswa beda universitas, atau kerusuhan antara mahasiswa dan kepolisian

Tadinya, boenda sangat takut untuk keluar rumah kalau mahasiswa disini sedang melakukan demonstrasi. Tapi semenjak teman ayah yg kebetulan menjabat sebagai wadirlantas polda sulsel menjelaskan pola demonstrasi di Makassar, boenda menjadi tau bahwa demo mahasiswa di Makassar ga seperti demo mahasiswa di Jakarta. Disini, demo dilakukan di depan kampus. sehingga aman untuk berkeliaran di kawasan lain di Makassar, cukup hindari daerah-daerah kampus yg sedang ada demonstrasinya. Biasanya, yg melakukan demo itu mahasiswa dari kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Negeri Makassar, Universitas 45. Mahasiswa yg turun ke jalan ini pun, jumlahnya ga banyak, maksimal 50 orang lah. Menjadi sangat mengganggu karena mahasiswa-mahasiswa ini menutup akses jalan raya, membakar ban mobil di TENGAH JALAN

 

 

 

 

 

 

 

Nah, inilah yg mau boenda ceritakan. Dua hari yg lalu, boenda terkena imbas demonstrasi mahasiswa sini. Boenda akui memang ga mengikuti berita di televisi. Boenda ga tau bahwa hari itu adalah peringatan hari korupsi, yang mana sudah pasti mahasiswa universitas manapun akan turun melakukan aksi. Saat itu, boenda ada janji untuk silaturahmi ke rumah teteh yg baru pulang dari haji, dan baru pindah rumah. Celakanya, boenda yg belum ngerti benar jalan di Makassar ini, ga tau kalo ternyata rumah teteh adalah rumah dinas kepolisian di dekat kampus UMI dan universitas 45! saat di jalan menuju rumah teteh ini, sempat terjebak macet selama 30 menit lebih, tau kenapa?? mahasiswa UMI menutup separuh bahu jalan! yaelah yg demo juga sedikit tapi ya itu tadi mereka bakar ban di jalan yg mereka tutup.

Boenda pikir, paling ashar demonya udah bubar jadinya boenda asik aja berlama-lama di rumah teteh karena si gadis juga tidur siang lama disana. Mulai ada perasaan khawatir di saat Gatra, anak teteh yg bungsu, sampe jam 4 sore belum juga sampai di rumah padahal dijemput supir di sekolah dari jam setengah 2 siang. Kata supirnya, mobil ga bisa bergerak total di jalan. Boenda pun akhirnya urung untuk pulang ke rumah. Lah daripada ntar di taksi bingung nyari akses jalan dgn argo yg jalan terus. Liat ke luar rumah, mobil-motor susah gerak, STUCK! baik yg dari dan menuju rumah teteh! heyalaaah makin sore bukannya bubar malah makin ngawur demonstrasinya ternyata

Gatra sendiri baru nyampe rumah jam setengah 8 malem, kebayang ga tuh di jalan 6 JAM! mana hari itu dia habis ujian sekolah 4 mata pelajaran dan esoknya ada ujian 3 mata pelajaran. Itupun kemudian  dijemput pake motor, setelah mengkontak kedua ortunya melalui yahoo messanger. Akalnya cerdas untuk menyuruhnya turun dari mobil dan jalan kaki mencari warnet, karena ia sendiri ga punya handphone dan batre handphone pak supirnya habis.

Sesampainya Gatra di rumah, asumsi boenda jalanan sudah dapat dilalui, boenda pulang diantar pak supir. Nyatanya?! TIDAK! demonstrasi masih berlanjut, malah ada sweeping terhadap mobil. Pak supir pun ga berani melewati jalan utama, karena dia sendiri berseragam polisi. Walhasil blusukan lewat jalan-jalan kecil, macet total juga rupanya! puter sana puter sini STUCK! boenda pun nyampe rumah jam setengah 10! 2 jam di perjalanan yg nomalnya cm 30-45 menit. Memang ada tawaran untuk menginap di rumah teteh, tapi boenda merasa harus pulang karena rumah kosong dan untunglah pulang, boenda lupa mematikan mesin air! air muleber kemana-mana….hahahaha dasar emak pikun! *toyor kepala sendiri*

 

Kalo diinget-inget kejadian itu, bikin kesel setengah mati sama mahasiswa disini. Perasaan dulu ayah sering jadi korlap demo yg dilakukan BEM UI, mimpin aksi dengan ratusan orang sampe bentrok hebat ga se-ngawur demo mahasiswa sini deh!

bolehlah demo untuk mengingatkan pemerintah bahwa mahasiswa terus mengawasi jalannya pemerintahan, silahkan! tapi tolong gunakan akal sehat, dimana relevansi peringatan hari korupsi dengan penutupan total akses jalan, membakar ban sampai melakukan sweeping terhadap mobil yg melintas??!! kepada dan untuk siapa demo dilakukan???? atas nama rakyat? rakyat mana??!!!! yg ada justru MERESAHKAN rakyat!

*kebayang nasib anak-anak seusia Gatra yg pulang sekolah menggunakan angkot, ortu mereka pasti akan khawatir saat anak terlambat pulang, dan ga tau dimana anaknya berada…..*

 

ah, semoga boenda ga pernah lagi kena imbas aksi demo mahasiswa sini deh,..

-siBoenda-

 

3 thoughts on “Dimana akal sehatmu, Bung!

  1. Pingback: apdet apdet apdeettt… « -siBoenda-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s