Permisi, Tolong, Maafin Ayi….

 

” Nunda, tolong pupaaa”

permisi ayah…”


Alhamdulillah sejak 2 bulan terakhir, Aira cukup “hafal” membiasakan melafalkannya. Ia akan berkata “tolong” di saat hendak menyuruh orang lain melakukan sesuatu untuk dirinya. Akan berkata “permisi” di saat berjalan melewati orang lain. Dan mengucap “terimakasih” saat telah dibantu atau setelah diberikan sesuatu oleh orang lain.

Untuk kata “maaf”, Aira belum terbiasa melafalkannya, sesekali saja ia mengucap “maafin ayi..”. Walau kami (ayah dan boenda) cukup sering memperlihatkan permintaan maaf kami di saat melakukan kesalahan terhadapnya. Mungkin konsep “maaf” bagi Aira masih terlalu abstrak. Berbeda dengan kata-kata sebelumnya.

Adalagi kebiasaannya yang sering muncul akhir-akhir ini. Aira cukup terbiasa melafalkan “minta” dan “pinjam”. Dan tampaknya, sedikit banyak Aira mulai ‘ngeh’ perbedaan antara kedua kata tersebut. Biasanya, ia akan mengatakan “minta” untuk sesuatu yg ia makan atau ia minum dan mengatakan “pinjam” untuk barang. Misal seperti tadi malam, ia mengatakan: ” nunda, pinjam bebenya” .

Dari apa yg telah boenda baca dan alami terbukti memang menciptakan kebiasaan baik pada anak, bukanlah proses yg instan. Aira juga sesekali masih harus diingatkan “eeehh, tolongnya mana?” yah, namanya juga anak-anak..

Namun IMHO, pelajaran penting yg wajib diingat adalah menjadikan apa-apa yg hendak kita ajarkan ke anak sebagai bagian dari keseharian kita, orangtuanya.

Bila menginginkan anak kita gemar membaca, maka perlihatkanlah bahwa kita pun gemar membaca. Bila menginginkan anak berperilaku sopan, maka perlihatkanlah wujud perilaku sopan tersebut, dengan memperlakukan anak secara sopan utamanya (misal tidak merebut paksa suatu barang yg kita khawatirkan dampaknya bila dipegang anak.) Bila menginginkan anak gemar beribadah, maka perlihatkanlah bahwa ibadah bukan sekedar ritual yg wajib dilakukan dan tuntutan Tuhan, tapi merupakan kebutuhan jiwa dan raga. Begitupun untuk hal-hal lainnya.

Betapa anak benar-benar merupakan sponge hidup yg berjalan, ia dengan sangat mudah menyerap apa-apa yg ada di sekitar. Menjadi pekerjaan rumah kita orangtuanya sebagai teladan, dan cermin yang baik untuk anak-anak kita sampai akhir hayat…….

*sebuah catatan refleksi untuk boenda*

 

-siBoenda-

2 thoughts on “Permisi, Tolong, Maafin Ayi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s