Bye-bye IUD

Setelah berbulan-bulan mengumpulkan keberanian ditambah lagi banyak teman yang sedang hamil anak ke-dua (yang mana bikin boenda jadi pingin nambah anak lagi), plueeesss secara ‘itung-itungan waktu” kalo boenda tetap ingin kuliah lagi ambil profesi, maka boenda dalam 2 tahun di makassar ini sebaiknya hamil & melahirkan sehingga saat kembali ke Jawa, kami sudah memiliki 2 anak. Jadilah akhirnya sejak aira ulbul yang ke-21, ayah dan boenda sepakat untuk memulai program hamil part 3 v(^_^)v

walau sudah bersepakat, bukan berarti langsung terlaksana tahapan pertama program ini. Apa itu tahapan pertamanya?? hehe ya tentu saja, memberhentikan dengan hormat satpam IUD yang bercokol dalam tubuh boenda =)) tahapan kedua, mulai deh nyari informasi RS yang pro IMD, dan pro ASI Nyari info mengenai DSOG yg pro lahiran normal (kalo bisa, yang perempuan), nyari info DSA yg RUM. Kalau dulu di kehamilan pertama, boenda cuma mikirnya “yg penting DSOGnya senior” sekarang ngga lagi dong,,, Setelah cari info sana sini, didapatlah satu nama: RSB Restu yang mendekati kondisi ideal sesuai keinginan boenda meskipun, RSB tersebut ga masuk dalam list RS kantornya ayah dan penampakan RSBnya ga terlalu indah dipandang oleh mata. tapi biarlah, yang penting hati tenang =)

Beberapa faktor tekhnis membuat realisasi tahapan pertama ini selalu tertunda. Pertama, karena DSOG pilihan boenda sedang Umroh, yang kedua faktor kelebay-an boenda aja sih, yang pinginnya ditemani ayah waktu konsul pertama ke DSOG, sedangkan ayah beberapa waktu belakangan ini sibuknya luar biasa. Jadi yaaaah, sementara waktu boenda cuma bisa mupeng sana mupeng sini kalo liat foto teman-teman yang baru melahirkan.

Tetapi Allah kemudian memberikan jalanNya, kemarin ayah nanyain realisasi program hamilnya, nah! berhubung si bapak pekan ini ga ada rencana keluar kota, jadilah boenda segera bikin janji nemuin DSOG. Dan alhamdulillahnya lagi, DSOG sudah kembali praktek. So, jadilah kemarin malam kami pergi ke RSB tersebut. Dasar dodolnya boenda, lupaaa yang namanya DSOG dimana-mana pasti ngantri! harusnya kemarin itu boenda datang dulu ambil nomer. Walhasil, boenda baru dapet giliran masuk ruangan dokternya jam 10an deh… bagusnya DSOG ini, dia membatasi pasiennya hanya 15 orang tiap malamnya. Sehingga pasien-pasiennya bisa leluasa konsultasi panjang kali lebar kali tinggi, bisa bertanya segala hal. Dokternya pun semangat dalam memberikan jawaban. Alhamdulillah, boenda bisa banyak nanya termasuk soal kekhawatiran boenda soal tandem nursing seperti di postblog boenda beberapa waktu yang lalu. Kata bu dokter, ga masalah tandem nursing walau punya riwayat keguguran sebelumnya. yang perlu benar-benar diperhatikan jangan suka angkat yang berat-berat termasuk gendong anak

Well, akhirnya dicopot juga IUD yg udah “menjaga” boenda dari kehamilan selama hampir 2 tahun. Waktu dicopot itu, rasanya sedikit ngilu tapi diluar dugaan setelah IUDnya udah dicopot, ternyata ga bikin perut nyeri dan nyebabin bleeding ya, ga kayak waktu pasang. Dari hasil konsultasi, setidaknya boenda harus mengecek kembali sudah imunisasi hepatitis B, dan imunisasi MMR atau belum. Lalu ibu dokter juga memberikan suplemen vitamin E (merk: eturol) dan asam folat (merk: vomilat) yang harus dimakan 1x sehari selama 30 hari di pagi hari sesudah makan.

Sempet sih iseng nanyain, gimana tekhnis ilmiahnya untuk bisa dapet anak laki-laki. Secara yaaa, boenda ini 3 bersaudarna perempua semua. Pun anak pertama udah perempuan, jadi pingin juga punya anak laki-laki biar kumplit sepasang gitu hehehe =P tapi DSOGnya bilang “semua kembali ke kuasa Allah sih ya” karena beberapa tekhnis yang biasanya dianjurkan seperti berhubungan di saat ovulasi, si ayah harus makan daging yang banyak, perhitungan menurut kalender orang Cina dan posisi-posisi tertentu saat berhubungan intim itu menurut penelitian-penelitian yang dia baca probabalitasnya tidak terlalu signifikan. Tapi katanya ga ada salahnya untuk mencoba, namanya juga ikhtiar, biar Allah yang menentukan hasilnya =)

Jadi, selamat tinggal IUD,..
sampai ketemu lagi yaaaaaa *dadah-dadah*
(n__n)v

9 thoughts on “Bye-bye IUD

    • keluhan sih waktu awal2 aja mba, jadwal haid sempet jadi brantakan terus jadi banjir haidnya pun puaannjjaannggg bgt hari nya, yg tadinya cm 5 harian setelah pake IUD, bs jadi 10-12 harian gitu
      tapi lama-kelamaan teratur kembali sih. Kadang juga suami suka kena IUDnya heeeee

  1. waaa senangnya..aq-pun jg rencananya bulan ini krn Husain udah pas 2th..ud pngen lepas dr kpn tau cm ga’ boleh ma DSOG-nya krn aq udah 3x SC jd kl mo hamil lagi jaraknya klo bisa jauhan dikit hehehe, plg ga’ 2th gitu Bun..moga cespleng yaa Bun, bln dpan udah telaaatt🙂 .. mau anak laki2, bpknya mkn byk daging, ibunya mkn byk sayuran..krn 2 anak laki-laki-ku mgunakan metode itu Bun..mg sll dberikan yg tbaik u/Boenda n kel yaaaa

  2. mudah2an cepat jadi ya bun, saya pernah baca di Ayahbunda bun kalau mau anak laki-laki ,biasanya sang wanita yang puas duluan🙂 Maaf ini bukan vulgar ya hanya menyampaikan apa yg pernah saya baca, nanti linknya saya cari ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s