Dongeng di sore hari

enjoying my me-time, mumpung Aira lagi jalan-jalan sore naek becak sama mba ART, boenda pengen ngedongeng. Dan karena blog ini blog pribadi yo ngedongeng disini gapapalah yaaa, buat dibaca Aira dan adek (adeknya) kelak, insya Allah🙂

Alkisah,

ada dunia kecil yang suka boenda singgahi, orang bilang itu dunia twitter

dari sana boenda banyak sekali dapet informasi berguna selain teman baru tentunya

suatu ketika, ada RT tentang komunitas donor ASI, ah menarik! boenda follow accountnya dan boenda pun follow pentolan komunitas, seorang muslimah, dokter, yang sepertinya juga konselor laktasi seperti boenda. Boenda suka baca segala sesuatu tentang laktasi di kedua account twitter ini. Beberapa kali kami “ngobrol” lewat twitter  tentu masalah laktasi.

Sampai suatu saat boenda tau dari account twitter , oooh kami bersebrangan untuk masalah imunisasi / vaksinasi. Boenda baca timeline nya tentang aktivitasnya mengadakan kampanye “say no to vaccine”  di bunderan HI beberapa waktu yang lalu, boenda juga tau beliau juga mengkampanyekan via radio Dakta saat itu. Informasi ini, beliau tulis di account twitternya. Saat itu tanggapan boenda? oh ya sudahlah, toh sedari awal boenda follow account twitternya karena urusan laktasi. titik. boenda ga pernah kasi tanggepan apapun baik di twitter atau menulis hal-hal yang bersebrangan dengan beliau di blog ini

Kalaupun, ada tulisan boenda yang pro- vaksin bukan dengan maksud menyerang beliau, tapi ya emang boenda cuma pengen nulis informasi yang boenda ketahui di blog ini untuk jadi salah satu bahan referensi bacaan Aira dan adek (adek) kelak. Blog ini kan juga sarana menuliskan opini, dan karena sedari awal boenda sudah mengatakan boenda pro terhadap vaksinasi / imunisasi, jadi wajar dong kalo opini yang boenda tulis disini yaaa berbau dukungan untuk melakukan imunisasi

Kagetnya boenda, waktu tau salah satu postingan boenda dibahas (kalau ga mau dibilang dijadikan bahan olokan) oleh beliau di grup FBnya tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Padahal kan ya kalau beliau ga berkenan dengan tulisan boenda, beliau bisa tulis langsung di kolom komentar blog ini.

Boenda coba bahas di grup facebook yang dia kelola, ternyata ga bisa karena ada moderasinya dan boenda memang bukan member grup tersebut. Wall di facebook pribadinya di protect, ada teman boenda yang kebetulan masuk dalam friendlist facebooknya sposting  tanggapan boenda atas tulisaan beliau, ternyata postingan teman ini dihapus. dan well, kaget juga baca salah satu status facebook si dokter ini yang dicopas teman boenda ke boenda :

Baru baca uraian ttg vaksinasi Ashi alias engrafting dr sebuah blog.. Membacanya cukup membuatku tersenyum dan menguatkan bahwa vaksin memang berbahaya.. Tunggu yah uraian analisaku dan jawabanku thd isi blog tsb.. Anyway diam memang lbh baik drpd banyak bicara plus ghibah, hanya semakin menunjukkan ke”pintar”an seseorang😉

 

oh well maksudnya apa ya?? *hening*

dan ajakan boenda untuk dia baca lagi postingan boenda sebagai tanggapan atas tulisan yang dia buat di grupnya, dijawab dengan:

“maaf tidak ada waktu lg buat ocehan semata😉 urusan umat lebih penting. Tks atas undangannya. YOUR KIDS, YOUR FUTURE, YOUR CHOICE”

*padahal bukan ocehan biasa kan yaaa,..boenda copas argumen ilmiah kok*

 

dan setelah mentioned ini, beliau sepertinya unfollow account twitter boenda. karena dari status twitternya tertulis “….. is not following you”  padahal haqul yakin, sebelumnya beliau follow boenda

hehehehehe jadi tau, beliau ternyata bukan orang yang siap diskusi terbuka rupanya… beraninya main belakang, ga pake permisi, main hajar tulisan orang di grup pendukungnya sendiri, dan yes nyinyir lewat status di facebook pribadinya

ah, anak gadis boenda sudah pulang dari jalan-jalan sore naek becak. Tampak boenda harus mengakhiri sesi me-time nya boenda. Walhasil, cukup sekian dongeng di sore ini🙂

-siBoenda-

15 thoughts on “Dongeng di sore hari

  1. Asswrwb bunda aiai. baru sekali ini aku komen di blogmu, biasanya cuma jadi silent reader. hmm, tadi aku sempet masuk ke grup fb nya bu dokter *aku ga join di grupnya dia. tapi cuma temen aja di fb*, aduh asli baca updates statusnya bikin pusing ya. trus kyknya ada juga yg anggota grup itu msh ragu-ragu ya dengan anjuran (atau apa pun namanya itu) utk say no to vaccine. tapi bnyk juga sih yg setuju. IMO, kalo misalnya memang dia tdk mau mem-vaksin anaknya ya ga ada masalah juga, tapi setidaknya kalo mau bikin tulisan mbok ya berimbang. kalo aku baca kok kesannya kyk kita di-doktrin ya🙂

  2. i respect to you bunda zie..and also i respect of her too si ibu dokter beberapa kali dulu kami pernah saling telp2an ngobrol soal asi….tp jujur jadi sedih dengan keadaan ini..kita sama2 muslimah, sama2 umat nya Rasulullah…yg harusnya sudah saling memahami hadist, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik (kualitas) keislaman kaum mukminin adalah orang yang kaum muslimin merasa aman dari (kejahatan) lisan dan tangannya. Sebaik-baik (kualitas) keimanan kaum mukminin adalah mereka yang paling baik akhlaqnya…..” (HR. Ath-Thabrani)
    aku sendiri memilih tidak memvaksin hanaya, tp selalu respect dengan orang yg beda pendapat dengan ku..
    melihat keadaan ini jelas ada yg kurang legowo dengan pilihan yg lain, kurang menhormati, membuat pihak lainnya jadi tersinggung..
    padahal baru beberapa hari lalu saya baca di group ibu dokter baiknya menghormati pilihan masing2….
    semoga Allah mengampuni segala kekhilafan kita, mengampuni semua rasa yg satu lebih pintar dari yg lain (alih2 rasa sombong, yg itu hanya mjd pakaian Allah),dan tentu mengampuni prasangka dan suudzon dalam hati kita masing2…

  3. walopun sekarang ini saya kontra vaksinasi tapi saya trbuka untuk berbagai masukan. karna toh segala opini tntang kontra vaksin dikepala sy berasal dari opini dan pnlitian orang lain bukan pnlitian sy sendiri. so kmungkinan benar salah 50:50. kayak ijtihad kan, kalo benar nilainya 2 kalo salah nilainya 1. hehe..mungkin suatu saat sy akan pro vaksin who knows? menurut sy bukan soal pro kontranya tapi apa landasan kuat kita melakukan itu, karena tujuan kita pasti sama yaitu memberi yg terbaik bwt pnerus gnrasi qt. sy suka info tentang vaksinasi nya mba zie n sy pembaca setia blog ini loh,hehehe…biarkan aja orang kyk gt mbak zie..itulah sikap manusia. banyak orang berilmu tapi sungguh sulit untuk rendah hati terhadap ilmu orang lain (trmasuk sy kadang2)

    • thanks mba…
      sejujurnya, ketika tau ada yang ga sependapat dengan tulisan saya lalu dibahas dalam suatu grup dengan member yang ribuan tanpa ada konfirmasi atau kesempatan untuk saya memberikan respon
      ga membuat saya terlalu merasa kesal. tapi kemudian, saat yang bersangkutan memberikan respon via twitter atas ‘komplain’ saya dengan bahasa yang ga ngenakin barulah saya emosi apalagi saat saya tau yang bersangkutan menuliskan beberapa status di facebooknya tentang masalah ini (lagi-lagi) dengan kalimat-kalimat yang ga ngenakin, masalahnya jadi melebar yang tadinya sekedar beda pendapat mengenai vaksinasi jadi penyerangan terhadap saya pribadi. Apalagi, saya sebelumnya berpikiran yang bersangkutan punya pemahaman agama yang mungkin lebih baik dari saya. yaaa syoklah waktu baca status-status facebook pribadinya, maaf ya, bagi saya terlalu nyinyir untuk orang yang suka bawa-bawa dalil agama dan dikenal sebagai sosok pembela syariah

      yah, semoga kita bisa benar-benar bisa meneladani Rasulullah ya, mba dalam menyebarkan kebaikan dengan tingkah laku dan penyampaian yang lembut dan baik sehingga orang yang bersebrangan pemahaman dengan diri kita menjadi simpati bukan malah jadi antipati

      eniwei, saya nge-link ke blognya mba yah untuk tambahan contekan resep saat saya mau masak hehehehehe😛

  4. dulu doi bilang bahwa vaksin bukan kompetensinya, so tidak akan bicara banyak . Sekarang malah maju sebagai penentang utama.
    entah dapat ilmu dari mana, atau sekedar baca2 di web yg gak reliable ?

    Thanks,
    Sam

    • penentang utama dan keras pula, sampe terkesan orang yg melakukan vaksinasi ke anaknya setara dengan kafir yg perlu diberanguskan pake jihad qital (u___u)
      mungkin baginya web-web itu reliable pa’e

  5. Ah jd malu scara masakanx pd amatir,hihi..kl di fb gabung aja d grup MBM *muslimah belajar masak ikhwan dilarang masuk!!!* bnyk bnget rsep2 rhasia kluarga bredar. brusan d sna jg rame soal vaksin.seru,hehe..tp sy brtekad akn memplajari lbh dlm *ciee,ting!!*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s