-siBoenda-

my life stories

Kesurupan Makhluk Ghaib

inhale… exhale…

nyoba ngeluarin beban pikiran dan perasaan *apaaa coba*

kemaren mungkin jadi hari yang bakalan susah bwt boenda lupain kali yah, karena untuk pertama kalinya ngeliat dan berhadapan langsung dengan orang yang kesurupan (ga tau deh kesurupan jin/setan/iblis)

jadi ceritanya gini,

kemaren itu waktu maghrib (persis saat adzan) tiba-tiba aja, kak ani banting pintu kamarnya keras banget. Waktu itu boenda lagi asik main sama Aira. Boenda tegur karena nganggep ga sopan banget nutup pintu segitu kencengnya. Tapi kok habis dia banting pintu itu, kedengeran dia nangis histeris. Boenda ke kamarnya deh, ngecek ada apa sebenernya, di pikiran boenda kak ani dadanya sakit karena kebetulan emang dia udah 2 hari batuk-batuk. Diajak ngomong tetep nangis kejer, dipegang tangan dan kakinya, dingiiiinn banget! badannya kaku. Nangis jejeritan, terus febi bilang: “ibu, ini kayanya kumat lagi penyakitnya, panggil orang pinter bu” nah lho bingung kan maksudnya febi apaaa coba terus febi cerita, kak ani itu emang pernah seperti ini sebelumnya di tempat kerjanya dulu. malah dulu dia sempet lompat dari lantai 2 dan ga makan minum sama sekali selama 2 minggu. Syoklah sayah…

Begitu tau ini kasus kesurupan, boenda coba pijet-pijet kak, lengan sama pundaknya kak ani, nyoba untuk tenang  nepuk-nepuk punggung kak ani. Aira kemudian dihandle febi. Boenda panggil ayah yang lagi di kamar. Kondisi kak ani saat itu, seperti orang pingsan tapi dengan mata terbuka. Nadinya lemah banget, badan kaku, tangan dan kaki masih dingin. Boenda coba liat reaksi pupil matanya dengan menyorotkan cahaya ke mata, ga ngefek pupil matanya ga bereaksi apapun bener-bener kaya patung hidup. Ayah bingung musti diapain, nyoba telp kenalannya minta dicariin ustadzh untuk melakukan ruqyah syar’i. Setelah dapet kontaknya si ustadzh, ayah langsung menghubungi beliau. Beliau menyanggupi untuk datang tapi ga bisa segera, kami pun diminta untuk membacakan surat Al-Baqarah. oke sambil nunggu ustadznya dateng, boenda ambil wudhu dan sholat maghrib persis disamping kasurnya kak ani. Setelah salam, tubuh kak ani bereaksi, dan kembali nangis histeris jejeritan. Astaghfirullah..

Nyoba nekat, bismillah semoga ga ngamuk-ngamuk, boenda tilawah sambil megang tangannya kak ani dengan suara dikencengin. Kak ani ngasi respon, tangan boenda digenggam juga sama dia, taaappiiii Masya Allah kenceeeeng banget, sampe boenda kaget terus narik tangan boend. Boenda minta kak ani untuk istighfar, saat itu mulutnya komat kamit. Boenda jadi kasian, boenda tawarin dia minum air putih anget, kak ani mau. Tapi untuk bikin dia duduk, beraaaattt banget kaya ngangkat benda mati. Dan Masya Allah, air putih 1 gelas besar habis sekejap dalam 1 nafas.

Kak Ani tiba-tiba terliat sadar, dia bilang mau muntah dan langsung lari ke kamar mandi belakang, ga ada muntahan yang keluar. Menangis lagi di kamar mandi, keluar kamar mandi terdengar kalimat istighfar keluar dari mulutnya terus jatuh kondisinya kembali kaya patung hidup. Saat itu udah dateng ponakan dan adik kandungnya kak ani. Badan kak ani kemudian diangkut ke kamarnya. ga berapa lama, bereaksi lagi tubuhnya. Menangis lagi jejeritan lagi. Boenda coba bacakan Qur’an lagi. Boenda tawarkan lagi air putih anget. Ayah dateng deh tuh, dia teriak: “bunda jangan turuti permintaannya, itu bukan ani yang minta!”  degh!! iya yah… ngeliat cara dia minum, bukan kaya manusia pada kondisi normalnya minum. Astaghfirullah…

Sementara itu, Aira mulai bosen main sama febi, maunya deket boenda terus di kamar kak ani sambil bilang: “kasian kakak ani ya bunda” “kakak ani lagi sedih ya bunda”  Aira kaya berusaha ngibur, ditepuk-tepuk paha nya kak ani, dipanggil-panggil “kakak ani ayo main sama ai” karena takut kak ani ngamuk-ngamuk, boenda coba keluarin aira dari kamar kak ani, dan nangislah dia. Boenda dilarang tilawah dan minta dibacain buku. Baiklah, gantian tilawah sama ayah. Ayah lanjutin bacaan boenda. Kak ani masih dalam kondisi nangis histeris jejeritan

1 jam berlalu, belum juga ada tanda-tanda kondisi kak ani membaik. malah dari kamar tidur boenda, kedengeran ayah yang berteriak-teriak: “GA, ga akan saya kasih kamu minum”  “keluar sekarang atau terbakar nanti kamu sama ustadz Qosim”  diikuti jeritan kak ani yang semakin menjadi-jadi. Suara bacaan Qur’an ayah pun semakin kenceng. Kedengeran teriakan kak ani yang minta ke kamar mandi untuk muntah. lalu ada percakapan dengan suara tinggi:

ayah: “GA! ga boleh keluar kamar! siapa kamu?”

kedengeran suara kak ani: “ani pak” 

ayah: “berapa anakmu?”

kak ani: “empat”

ayah: “sebutkan nama anakmu yang bungsu”

mungkin setelah yakin, itu benar kak ani. Ayah ngebolehin kak ani ke kamar mandi dengan ditemani ponakan dan adik kandungnya. Kedengeran suara muntah hebat. Boenda kemudian dipanggil, untuk gantian. Ayah ga kuat katanya, dadanya mulai sesak.. Astaghfirullah, Allahu Akbar..

Alhamdulillah dateng anaknya bibi, Aida. Aira cukup dekat dengan Aida, makanya boenda bisa titipkan Aira ke Aida untuk ditemanin bermain, berdua dengan febi.

Boenda gantian tilawah, nerusin bacaan ayah. Ayah pesen: “bunda, kasih tau kalo udah ga kuat yah, nanti kita gantian lagi” oke, dada emang ga sesek tapi perut mulai kontraksi, astaghfirullah…  kak ani sendiri setelah muntah keduanya itu terlihat sadar dan lebih tenang, tangan dan kakinya mulai menghangat.

Aira kembali datengin boenda. Rupanya ga mau disuapin makan sama Aida maunya sama boenda. Kemudian dateng bibi. Karena udah terlihat sadar dan tenang, boenda hentikan sementara. Minta Aida nerusin bacaan Qur’an ditemani bibi. Boenda nyuapin Aira sambil istirahat mencoba rileks, mengurangi kontraksi perut. Masuk kamar, ngeliat ayah rebahan. Ayah cerita apa yang dia alamin waktu kak ani minta minum dan apa yang dia rasain. Ayah kembali coba menghubungi ustadz. Kemudian, dia nanya kondisi Ani. Karena yakin udah bisa ninggalin rumah, ayah pergi menjemput ustadz ditemani ponakannya ani (anak bungsunya bibi)

Hampir 1 jam kemudian, dateng ayah dengan seorang bapak berpakaian gamis putih dan berpeci. Ga langsung melakukan ruqyah, tapi beliau mengumpulkan kami dan menggali informasi mengenai kak Ani.Boenda jelaskan, dulukak ani pernah kesurupan dan dugaan boenda dipicu oleh beban hidup yang kak ani punya. Waktu gadis dia dibawa ke Malaysia bekerja jadi buruh ilegal di lahan kelapa sawit. Dia menikah disana sampai punya 4 anak. saat anak pertama sudah waktunya untuk sekolah, kak ani ingin pulang ke Indonesia, karena ga mungkin menyekolahkan anaknya di Malaysia (kak ani ga punya paspor yang otomatis bikin ke-empat anaknya ga punya akte kelahiran)  makanya dia pengen menyekolahkan anaknya di Indonesia. Dia pun pulang bawa ke-empat anaknya naik kapal laut. Saat dia sudah mau kembali ke Malaysia, dia diberi kabar rupanya suaminya sudah menikah lagi di Malaysia. Kak ani dilarang kembali ke Malaysia, dan sampai detik ini pun ga pernah ada nafkah materi dari suami. Sejak dapat kabar suaminya nikah lagi itu, kak ani jadi sering melamun.

Ustadz kemudian bertanya ini itu. Setelah diketahui kak ani menyimpan jimat (dulu waktu kesurupan yg pertama kak ani pernah dibawa ke dukun dan diberi jimat) ustadz pun berbicara mengenai konsep Tauhid. Bahwa sekarang makin banyak ‘orang pinter’ yang bekerjasama dengan makhluk halus dengan tameng kalimat-kalimat Qur’an. Beliau bilang setan itu tau manusia ga bisa gampang dibodohi dengan hal-hal yang jelas-jelas haram hukumnya. Masuklah setan melalui pintu-pintu kegiatan bid’ah, ibadah-ibadah yang tampak syar’i namun sesunguhnya melenceng jauh dari islam. Misal, kalau mau sukses maka harus solat Qiyamul lail selama 40 hari nonstop dengan jumlah sekian rakaat atau disuruh puasa, ga boleh makan nasi, dll.

Begitu juga dengan benda-benda yang dipercaya bisa menangkal bahaya. Disinilah kata beliau, ke-Tauhid-an seseorang dipertaruhkan. Dari obrolan tentang benda-benda keramat ini, ustadz kemudian meminta izin ke kak ani untuk membakar jimat yang diberikan dukun. Awalnya kak ani, adiknya kak ani dan bibi terliat keberatan. mereka takut akan mudah kumat lagi. karena bagi mereka, kesurupannya kak ani saat itu karena kak ani melepas jimatnya dari idul Adha, makanya setan kembali merasuki dirinya lagi. dan menganggap tenangnya kak ani saat itu karena sudah dipakaikan kembali jimat tersebut. Ustadz kemudian dengan tegas bilang: “selama jimat itu masih ada, selama itu pula makhluk ghaib akan bersemayam dalam tubuhnya.” bibi pun kaget, bibi pikir muntahnya kak ani yang kedua itu pertanda setannya sudah keluar. Ustadz menjawab;  “belum, makhluk ghaibnya masih ada” kak ani pun diminta ambil wudhu dan mengenakan mukena. Sampai disitu, sepertinya ruqyah akan mulai dilakukan boenda langsung menggiring Aira ke kamar. Khawatir hal-hal yang ga diinginkan terjadi

Setelah boenda masuk kamar, terdengar ustadz meminta izin memegang kepala kak ani. Ruqyah mulai dilakukan, astaghfirullah bener kata ustadz, makhluk ghaibnya masih bersemayam di tubuh kak ani. Kedengeran jelas dan sangat kenceng teriakan histeris kak ani, meraung-raung. Semakin meraung-raung semakin kencang bacaan Qur’an ustadzh.

Sementara boenda di kamar berusaha mengalihkan perhatian aira, dia pengen keluar kamar “bundaaa kasian kakak aniiii”   “kakak ani nangis sedih bundaaaa”  Ya Allah saat itu horor banget rasanya, padahal boenda ga liat langsung berjalannya ruqyah. Ayah sempet masuk kamar ngecek kondisi Aira, dia sempet bilang: “tadi di awal baru dipegang kepalanya sama ustadz, ani udah kejang-kejang bun” Astaghfirullah… ayah balik lagi keluar kamar mau keluar rumah jaga-jaga ada tetangga yang terganggu dengan suara teriakan kak ani. lalu kedengeran suara “tahan yang kuat” diikuti bunyi gubrakan pintu, kayanya kak ani kabur ke luar rumah. Boenda di kamar cuma bisa nebak-nebak apa yang terjadi di luar.

10 menitan ada kayanya kak ani di luar rumah teriak-teriak berusaha kabur. lalu kedengeran lagi suara jejeritan kak ani di ruang tengah, kayanya udah berhasil dibawa masuk ke rumah dibacakan lantunan Qur’an lagi, meraung-raung lagi sampai hampir jam setengah 12 malem, kak ani mulai tenang. Mulai reda tangisan dan raungannya. Ayah masuk kamar, rupanya proses ruqyah direkam ayah, diperliatkan ke boenda. Astaghfirullah… kak ani rupanya sempat lari-lari di ruang tengah, jejeritan, meraung-raung, bentur-benturin kepala ke lantai dan gubrakan yang boenda denger ternyata terjadinya saat dia mau kabur. Pegangan pintu sampe patah, padahal terbuat dari besi dan itu dilakuin kak ani cuma dengan 1 hentakan 1 tangan, bayangin gimana kuatnya itu hentakan.

Setelah memastikan kak ani sudah sadar dan tenang, boenda keluar kamar dan denger penjelasan ustadz. Kemungkinan untuk kesurupan lagi bisa ada selama yang bersangkutan ga membentengi dirinya dengan kegiatan ruhaniyah, misal solat, tilawah, dzikir. Ternyata oh ternyata kak ani selama di rumah baru ini, jarang sekali solat (-___-) padahal setau boenda di rumah yg lama, kak ani itu rajin solat.

pengen posting video ke blog, tapi rasa-rasanya ga usah deh. boenda berusaha ngilangin efek kesurupan ini. kalau liat videonya lagi, ga akan hilang-hilang bayangan dan ingatan suara jejeritan kak ani. Kak ani sempet muntah darah berwarna hitam, konon katanya ini pertanda makhluk ghaibnya mati dalam tubuh kak ani. Bayangan ruqyah dan raungan kak ani bikin boenda sama sekali ga bisa tidur. Sekarang malah jadi ketakutan dengan rumah sendiri, cuma kamar tidur dan kamar mandi dalam yang menjadi zona ‘aman’ boenda (T__T)

Keluarga kak ani di Takalar minta kak ani untuk pulang dulu ke kampung, tapi ayah dan boenda khawatir nanti kak ani kembali dibawa ke dukun dan kembali dikasih jimat. tapi kalau kak ani tetap di rumah, boenda juga ketakutan, takut kalo kejadian kesurupannya berulang di saat ayah sedang ga di rumah. Ayah kan sering keluar kota.

Rasanya sediiihh banget kalau harus memberhentikan kak ani. Kak ani baru 6 bulan bekerja, tapi dia udah tau gimana menghandle aira kalau boenda ada urusan di luar rumah, orangnya juga jujur. Kalau febi, baru 2 bulan kerja dan dia masih ABG, belum cukup mampu menghandle aira sendirian. Kebayang harus bersusah-payah lagi nyari ART yang baru untuk bantu beberes rumah. Karena ga mungkin febi betah kerja sendirian (T__T)

Ya Allah…

di saat hamil besar adaaaa ada kejadian,

mana boenda juga sampai bulan desember akan ada banyak kesibukan. Gimana nyari ART dan adaptasi Aira nya nanti sedangkan boenda pasti akan sering meninggalkan Aira di rumah dalam 2 bulan ini (T___T)

Single Post Navigation

12 thoughts on “Kesurupan Makhluk Ghaib

  1. Ya Allah, zie. ini lebih serem dari kejadian gw. kasian kak ani. yg disesalin, kenapa pake jimat-jimatan dr dukun ya?

    • iyaaaa… gw juga sempet ngebatin, perasaan pagi tadi gw komentarin prihatin sama pengalaman lo dengan hal-hal ghaib lha kok maghribnya gw yg ngalamin b’urusan dengan hal ghaibnya (-___-)

      udah biasa disini dhit, kalo ada kesurupan dibawa ke orang pinter terus dikasih semacam jimat apalagi kalo di kampung-kampung gitu

  2. Neeeeeeng, bacanya aja aku merinding banget ih, kmrn sempet diceritain juga sama dhita kejadian ada yg “nempel”.
    Huhuhu, semoga setelah ini kita semua dijauhkan dr hal ² yang gt ya, amiiiiin.

  3. saya pernah lihat juga tuh bun waktu tetangga yang kemasukkan,serem

  4. ezieee gue merinding diskoo,,,ngebayanginn kalo gue ngalamin kayak lo di palembang,,sendirian pulaakk,,hamil gede,, ya allah zie,,, sabar ya zie,,, insya allah dapet jalan keluarnya,,, gue kalo jadi lo,, udah langsung minta pindah deh T_____________T

    • iyah nul, ini sampe sekarang gw masi parnoan. Apalagi kalo udah menjelang maghrib
      alhamdulillahnya, dulu waktu di rumah lama kak ani ga pernah kesurupan. Padahal beberapa kali kan gw tinggalin Aira sama dia aja, huuaaa ga kebayang dah kalo dia kesurupan saat cuma sama aira aja (T__T) alhmdulillahnya juga waktu kejadian kesurupan kemaren, ayahnya aira lagi di rumah

      sekarang mulai rebet nyari penggantinya kak ani nih huhuhuhuuhu

  5. pernah liat waktu di tempat ruqyah.. sekarang diceritain gini, seperti flasback deh…

    • Horor banget ya mba, huhuhuhuhu
      kemarin ARTku meraung-raung jejeritan, ga ada dialog antara si ustadz sama yg ngerasukinnya. Kata orang suka ada dialog gitu kan ya…issh cukup 1x ajalah aq ngadepin fenomena kaya gini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 771 other followers

%d bloggers like this: