Baby Abdullah :'(

Inget cerita boenda tentang anak yang ditelantarkan ibu kandungnya beberapa bulan yang lalu? (ceritanya ada disini)
beberapa hari terakhir, kembali boenda berhadapan lagi dengan anak yang ditelantarkan ibu kandungnya.

Cerita bermula dari Amy, teman boenda di AIMI SulSel mempostingkan gambar seorang bayi berusia 11 hari yang berada di NICU sebuah RS, post operasi hydrocephalus di BBG AIMI Sulsel. DEG! rasanya seperti flashback inget ade boenda, onti Dini, yang dulu waktu bayi juga pernah hydrocephalus. Lebih sedih lagi denger penuturan Amy bahwa bayi itu dibawa oleh ibu panti asuhan. lho kok?! yes.. ibu kandungnya “membuang” bayinya di panti asuhan dengan meninggalkan beberapa perlengkapan bayi dan susu formula. Ibu panti membawa bayi tersebut ke RS karena bayinya diare. Setelah diperiksa ternyata juga ada benjolan di kepalanya kemudian dilakukan operasi hydrocephalus. Ibu panti menemui kendala biaya.

Mulailah temen-temen di AIMI SulSel galang bantuan, mulai kirim broadcast message untuk mengumpulkan bantuan, baik perlengkapan bayi, ASIP dan uang untuk keperluan si bayi. Alhamdulillah betapa banyak orang baik yang mengirimkan bantuan bukan hanya dari daerah Makassar, tapi ada juga yang dari Jakarta, Bogor, Surabaya, Bandung. Donasi terkumpul hingga puluhan juta rupiah + 2 ekor kambing yang kambingnya bisa digunakan untuk Aqiqahan. Donasi dan perlengkapan bayi sudah diserahkan kepada pihak panti asuhan.

Boenda sendiri saat menjenguk bayi yang bernama Abdullah ini, ga bisa menahan diri untuk ga menangis. Bayi sekecil itu harus mengalami penderitaan tanpa dekapan ibu kandung (T___T) saat nyusui Ayyash malam hari juga nangis. Inget Abdullah yang tidur meringkuk sendirian di ruang NICU, yang gelisah tidurnya ga bisa diatasi dengan dekapan hangat seorang ibu😥

Oiya, Allah mengabulkan keinginan boenda! duluuu saat hamil Ayyash, boenda bertekad mau rutin mompa buat stock ASIP. Selain untuk memperbanyak produksi ASI, boenda pingin mendonorkan ASI. Dan Alhamdulillah melalui Abdullah pertama kalinya boenda donorkan ASIP boenda. Insya Allah keputusan ini atas pertimbangan yang matang, hasil bacaan dari berbagai sumber (buku Fiqh Wanita, buku fatwa-fatwa kontemporer Yusuf Qardhawi, tulisan ini, dan beberapa tulisan lainnya) boenda pun dapat izin dari ayah untuk mendonorkan ASIP.

Tapi sedihnya, Abdullah hanya bisa 1x merasakan ASIP karena DISTOP pemberiannya oleh residen yang menjaga NICU dan diganti asupannya dengan SUSU FORMULA, sempet kueseeelll luar binasa, setelah di cross check sana sini sampe boenda bicara dengan kepala NICU inti masalahnya urusan BIROKRASI harus bikin ini itu (yah emang sih proseduralnya kaya gitu). Okelah kemudian diurus deh hal-hal apa aja yang bisa bikin bayi Abdullah kembali mengasup ASIP, tapi sampai tulisan ini dibuat, bayi Abdullah masih mengasup SUFOR. ASIP yang ada masih tersimpen di kulkas RS (T___T) plus residen yang galak melarang temen-temen yang mau jenguk hari ini sambil bawa donor ASIP baru😥

Perjalanan Abdullah masih sangat panjang, umumnya untuk kasus hydrocephalus butuh dilakukan beberapa kali operasi, untuk ganti selang dalam tubuh penderita seperti onti Dini dulu. Semoga Abdullah bernasib seperti onti Dini yang bisa sembuh, hidup normal seperti orang sehat pada umumnya.

Abdullah, sabar ya nak….

4 thoughts on “Baby Abdullah :'(

  1. seddihhh,,,lgi dikntor air mata udh ngembeng2 baca ini,
    semoga Abdullah tumbuh jdi ank yg sehat&mempunyai masa depan yg baik,serta dpt “org tua” yg menyayanginya dengan tulus amiiin

    *oiya mbak, lam kenal yah, ampe lupa komen2 blm kenalan:),

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s