Perbudakan modern

image

Selonjoran habis beres urusan anak2 sepulang liburan dari malang, seperti biasa ngecek ini itu dan buka sosmed, lalu melihat gambar ini

Begitu lihat, saya jd teringat apa yg mentor dan coach bisnis saya katakan mengenai “perbudakan” modern. Dan jd pengen posting disini, apa yg sudah beliau ajarkan..

Meski sekarang zaman sudah jauh berkembang daripada zaman perbudakan sekian tahun lalu, tapi nyatanya ada hal yg masih serupa, setidaknya dalam hal mentalitas. Ada 3 jenis mentalitas yg membuat manusia masuk dalam kondisi “perbudakan”

1. Mentalitas Kemalasan
Malas adalah saat kita tau kita bisa melakukan sesuatu yg lebih tapi kita tidak melakukannya, karena zona nyaman atau karena tidak termotivasi. Secara tidak langsung kita menurunkan harga atau nilai dari diri kita sendiri. Lawan dari mentalitas kemalasan adalah mentalitas kedisiplinan, disiplin ini dilakukan utk meningkatkan nilai dari diri kita. Dimulai dgn kemauan dan keharusan!

2. Mentalitas Kebodohan
Saat ini “perbudakan” terjadi di era modern bukan karena mereka tidak pintar secara akademik, tetapi karena mereka tidak bisa membedakan apa yang benar dan apa yg salah. Mungkin pula mereka tahu, tapi mereka tidak melakukannya. Mereka tahu mereka perlu uang, mereka juga mungkin tau caranya mendapatkan uang, tapi mereka tidak mau melakukannya. Mereka tau untuk sukses tidak cukup dgn bekerja keras tetapi juga harus belajar cerdas, tapi mereka tidak mau belajar, mereka tidak mau diproses. Mereka tidak mengerti prioritas hidup mereka. Lawan dari mentalitas kebodohan adalah mentalitas untuk selalu belajar. Mengetahui dan melakukan apa yang benar.

3. Mentalitas Kemiskinan
Mentalitas kemiskinan bukan bicara tentang jumlah uang yang dimiliki, tetapi tentang mentalitas yang selalu merasa kekurangan. Mereka merasa tidak punya cukup waktu, mereka merasa tidak punya cukup ide, mereka merasa merasa tidak punya cukup teman, mereka merasa tidak punya cukup sumber daya. Padahal itu semua hanyalah EXCUSE, yaitu kebohongan-kebohongan yang kita masukkan dalam pikiran kita untuk menghambat potensi diri kita sendiri. Lawan dari mentalitas kemiskinan adalah mentalitas keberlimpahan, selalu merasa lebih dari cukup atas apa yang Tuhan sudah berikan.

Kebebasan adalah pada saat kita bisa terlepas dari apapun yang mengikat diri, pikiran, dan hidup kita, kecuali Tuhan. Kebebasan adalah pada saat Anda tidak melakukan sesuatu karena terpaksa atau terikat. Kebebasan adalah hak setiap manusia, hak yang diberikan Tuhan utk menjalani hidup dengan bebas.

Kebebasan dimulai dari suatu keputusan. Keputusan adalah pada saat kita benar-benar menguatkan niat untuk tidak pernah menyesal. Berhasil atau berhasil! Tidak ada pilihan selain berhasil!

Jangan lakukan pekerjaan karena Anda terpaksa bekerja. Keterpaksaan adalah nama lain dari perbudakan.

Lakukan karena Anda memang harus melakukannya dan Anda tau bahwa Anda harus berjuang untuk kebebasan. Do whatever it takes, be willing to pay the price!

Setiap kemenangan diciptakan 2x dalam kehidupan.
Pertama, di dalam mental dan pikiran kita. Ini adalah apa yg kita bisa bayangkan dan yakini akan kita capai dalam hidup kita. Apa yang kita yakini dan apa yang kita pikirkan akan diterjemahkan dalam bentuk tindakan dan usaha kita. Masalah dan tantangan akan selalu ada, tidak mudah memang tapi perjuangkan apa yang sudah kita menangkan dalam hati dan pikiran kita.

Saat kita bisa melewati ujian fisik ini, maka disinilah kemenangan kedua terwujud. Kita tidak akan pernah menang secara fisik, kalau kita tidak lebih dulu menang secara mental.

Maka, lolos dari 3 mentalitas tsb di atas, lolos pula lah kita dari “perbudakan” modern.

Lets discover the best version of us! ☺

Jakarta, 23 maret 2016
@onlyzie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s